Skripsi
Pengembangan permainan tradisional gobak sodor fantasi untuk pembelajaran fisik motorik anak kelompok B di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar / Hari Yulianto
Abstrak
Kata kunci Pengembangan Permainan Gobak Sodor Fantasi Fisik Motorik Berdasarkan kenyataan di lapangan dalam penelitian awal ditemukan bahwa pembelajaran fisik motorik yang dilaksanakan di Kelompok B TK Al-Hidayah XI Bendogerit lebih menonjolkan pada fisik motorik halus Sedangkan fisik motorik kasar jarang dilakukan yang meliputi berjalan di atas papan titian senam irama (setiap pagi) bermain jungkat-jungkit melompat dan meloncat di atas simpai. Media serta alat yang dimiliki sekolah hanya meliputi 1 (satu) buah bola dunia 1 (satu) buah jungkat-jungkit 1 (satu) buah papan prosotan dan 2 (dua) buah papan titian halaman untuk beraktivitas kurang luas (7m x 6m) pembelajaran fisik motorik belum mengarah pada aspek kemampuan dasar gerak yang meliputi kelenturan kekuatan keseimbangan kecepatan dan kelincahan yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran anak. Guru di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar belum pernah menerapkan pembelajaran permainan tradisional seperti permainan gobak sodor fantasi. Permainan gobak sodor fantasi merupakan bentuk permainan yang diadopsi dari gobak sodor anak kampung yang disesuaikan dengan usia anak 4 - 6 tahun dan mempertimbangkan luas halaman sekolah 7 x 6 m serta pemberian daya tarik bagi anak-anak kelompok B di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar. Inti permainannya sebagai penjaga harus menghadang kelompok penyerang agar tidak bisa lolos melewati garis ke garis terakhir secara bolak-balik dan untuk meraih keberhasilan seluruh anggota kelompok penyerang harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan dengan tidak tersentuh/tertangkap penjaga. Tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan permainan tradisional gobak sodor fantasi adalah untuk mengembangkan permainan tradisional gobak sodor fantasi yang dapat menyenangkan anak dan mudah untuk dilakukan anak sebagai salah satu aternatif pembelajaran yang dilaksanakan di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar. Dalam penelitian ini model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall (1983 775) Adapun prosedur pengembangan permainan tradisional gobak sodor fantasi adalah 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka pengamatan kelas persiapan laporan pokok persoalan) 2) Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan perumusan tujuan penentuan urutan pengajaran dan uji coba skala kecil) 3) Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran penyusunan buku pedoman dan perlengkapan evaluasi) 4) Melakukan uji lapangan permulaan (dilakukan di TK Al Hidayah XI Bendogerit menggunakan 8 subyek) 5) Melakukan revisi terhadap produk utama (sesuai dengan saran-saran dari hasil uji lapangan permulaan) 6) Melakukan uji lapangan utama (pada 1 sekolah dengan 44 subyek) 7) Melakukan revisi produk (berdasarkan saran-saran dari hasil uji lapangan utama). Uji coba dilakukan melalui 3 tahap yaitu evaluasi ahli uji coba (kelompok kecil) uji lapangan (kelompok besar). Instrumen yang digunakan adalah berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan deskriptif berupa prosentase. Hasil pengembangan ini berupa model pembelajaran permainan gobak sodor fantasi untuk pembelajaran fisik motorik anak kelompok B Di TK Al-Hidayah XI Bendogerit Kota Blitar. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk menguji tingkat keefektifitas dari produk yang dikbangkan.