Tesis
Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) terhadap proses dan hasil belajar iswa kelas X SMAN 1 Lubuk Kabupaten Aceh Besar pada materi reaksi reduksi oksidasi / Bismi Aulia
Abstrak
Kata kunci reaksi redoks kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) proses belajar hasil belajar. Pendidikan merupakan bagian terpenting demi perkembangan suatu bangsa yang berkualitas. Pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru merupakan salah satu faktor yang menyebabkan belum optimalnya kualitas proses dan hasil belajar kimia siswa khususnya pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Lubuk. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar aktivitas mental sains dan hasil belajar pada materi reaksi redoks. Penelitian ini mengunakan rancangan eksperimen semu dan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lubuk sebanyak 2 kelas. Kelas X-1 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari instrumen pembelajaran yaitu silabus RPP dan instrumen pengukuran yaitu lembar observasi aktivitas belajar angket aktivitas mental sains tes hasil belajar dan angket persepsi. Hasil uji coba instrumen menunjukkan bahwa 30 soal valid dengan reliabilitas 0 98. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan t-test pada taraf signifikan 945 0 05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan materi reaksi redoks pada umumnya termasuk kategori sangat tinggi dan tinggi dalam keterlaksanaan indikator yang ada. (2) kualitas aktivitas mental sains siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi reaksi redoks menunjukkan siswa telah mampu menerapkan indikator aktivitas mental sains. (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif TGT lebih baik daripada hasil belajar kognitif siswa kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dimana skor rerata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen 76 63 dan kelas kontrol 71 91. (4) hasil belajar afektif siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan rerata sangat tinggi dan tinggi dalam keterlaksanaan indikator yang ada. (5) hasil belajar psikomotorik siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan rerata sangat tinggi dalam keterlaksanaan indikator yang ada. (6) persepsi siswa menunjukkan model pembelajaran kooperatif TGT dapat diterima siswa dengan baik (setuju) untuk diterapkan pada materi reaksi redoks.