UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Strategi pembelajaran agama Islam di Pondok Pesantren Syaikhona Mohammad Kholil I Bangkalan Jawa Timur / Suhudi

Suhudi - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci Islam bandongan sorogan pondok pesantren instructional kiyai ustadz students and tabarruk. Teknologi pembelajaran adalah studi dan praktek secara etis untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan menggunakan dan mengelola proses dan sumberdaya teknologi yang sesuai. Ada sebuah tradisi pembelajaran yang sudah sejak lama dilaksanakan di pondok pesantren salafiyah yaitu pembelajaran dengan metode bandongan dan sorogan yang dilakukan dengan prinsip tabarruk. Dimana strategi pembelajaran tersebut secara empirik terbukti sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Fokus penelitian ini adalah tentang bagaimana strategi pembelajaran yang digunakan di pondok pesantren syaikhona Mohammad Kholil I Bangkalan bagaimana prilaku kiyai ustadz dan santri dan apakah dampaknya terhadap santri/pebelajar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara komprehensif tentang proses pembelajaran dengan prinsip tabarruk melalui strategi Bandongan dan Sorogan di Pondok Pesantren Syaikhona Mohammad Kholil I Bangkalan. Metode penelitian pondok pesantren salafiyah Syaikhona Mohammad Kholil I Bangkalan ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang di dalam pandangan sosiologi Ritzer masuk pada kuadran keempat yaitu mikro-subyektif. Dan oleh karena itu maka menggunakan analisa data kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang didapatkan melalui wawancara dengan informan inti dan informan biasa serta pengamatan berkali-kali tentang kehidupan di pondok pesantren. Berdasarkan data penelitian yang ditemukan pesantren ini menyelenggarakan pendidikan agama Islam ke dalam dua program pendidikan dengan tujuan untuk membentuk santri yang beriman bertaqwa dan berakhlaq al-karimah. Kedua program tersebut ialah ma hadiyah dan madrasiyah. Dalam kedua program pendidikan ini buku rujukan pembelajaran hampir semuanya menggunakan kitab kuning kecuali mata pelajaran Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah) yang dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran al-Qur an dan al-Hadist fiqh tauhid akhlaq bahasa Arab dan sejarah Islam. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah strategi konvensional dan modern yaitu strategi kooperatif inkuiri dan strategi pembelajaran langsung dengan metode sorogan dan bandongan dimana kemudian strategi ini berkembang menjadi strategi muhawarah majlis ta lim dan mudzakkarah. Pada semua strategi pembelajaran tersebut di atas ada prinsip yang melekat yaitu prinsip tabarruk. Prinsip tabarruk yang selalu melekat pada setiap strategi dan metode pembelajaran adalah karena didasarkan pada keyakinan yang mendalam bahwa pelajaran agama Islam bisa masuk pada kognisi si belajar lalu menimbulkan penghayatan dalam hati sehingga menjadi sikap dan terejawantahkan ke dalam bentuk prilaku si belajar hanya dengan barokah dari Allah. Untuk memperoleh barokah ini santri harus patuh kepada ajaran agama Islam yang diwujudkan menjadi ketaatan kepada nabi Muhammad sebagai pesuruh Allah kemudian kepada sahabat dan para pengikutnya yaitu ulama (orang ahli agama bisa disebut kiyai tuan guru dan sebagainya). Ketundukan pada ulama ditunjukkan dengan ketundukan pada peraturan pesantren dan cinta kepada kyai (ulama) yang dipercaya memiliki karomah. Wujud daripada cinta dan tunduk kepada ulama juga diwujudkan si belajar (santri) dalam kehidupan keseharian di pesantren dengan tirakat yaitu menahan lapar dan amarah serta hidup prihatin selama berada di pesantren. Dalam pelakasanaan pembelajaran agama Islam di pesantren ini tidak dikenal dengan adanya dokumen kurikulum sebagaimana pendidikan formal lainnya di Indonesia juga tidak dikenal adanya sistem evaluasi belajar dan kenaikan kelas oleh guru atau pengasuh. Penilaian hasil belajar dan kenaikan kelas ditentukan sendiri oleh santri dengan melakukan evaluasi sendiri apakah dia mampu membaca dan memahami kitab-kitab yang dipelajari atau tidak. Pelaksanaan stategi bandongan dan sorogan dilakukan dengan kiyai atau ustadz sebagai pemberi informasi utama dan tanpa adanya tanya jawab dan interaktif. Sedangkan pembahasan hasil pembelajaran dari sorogan dan bandongan di lakukan santri dengan strategi lain yaitu musyawarah muhawarah dan muhadloroh. Dimana kegiatan tersebut dilakukan sesama santri dengan dipandu oleh ustadz atau santri senior yang diadakan di musholla atau seramb-serambi pondok. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa pesantren ini merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembentukan santri yang memiliki kemampuan ilmu agama dan mampu mengejawantahkan ilmunya ke dalam bentuk perbuatan sehingga dapat menjadi Muslim yang beriman bertaqwa dan berakhlaq al-karimah (bermoral baik).


Informasi Detail
DDC
Rd 297.6407 SUH s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Teknologi Pembelajaran, 2010.
Deskripsi Fisik
xiv, 189 + [102] lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
04432/KI/10
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2010
Subjek
1. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM - METODE PEMBELAJARAN
Pembimbing
1. H. Moh. Dimyati 2. I Wayan Ardhana
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik