Skripsi
Peningkatan hasil belajar IPS melalui pembelajaran peta konsep materi transportasi siswa kelas IV SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan / Rony Sultanudin
Abstrak
Kata Kunci Hasil Belajar IPS Pembelajaran Peta Konsep Transportasi. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan suatu program pendidikan yang mengintegrasikan konsep-konsep terpilih dari ilmu-ilmu sosial dan humaniora untuk tujuan pembinaan warga negara yang baik. Berdasarkan hasil observasi pra tindakan di SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan yakni guru dalam mengajar hanya melalui kegiatan ceramah dan penugasan selain itu kurang tersedianya media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang materi Transportasi masih rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran IPS dengan menggunakan peta konsep materi Transportasi bagi siswa kelas IV SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan (2) untuk mendeskripsikan aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS dengan menggunakan Peta Konsep materi Transportasi bagi siswa kelas IV SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan dan (3) untuk mendeskripsikan hasil belajar IPS dengan menggunakan peta konsep materi Transportasi bagi siswa kelas IV SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar bermakna dari David Ausuble. Belajar bermakna merupakan suatu proses untuk mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Sedangkan model pembelajarannya adalah pembelajaran peta konsep yaitu model pembelajaran yang dapat mengorganisasikan pengetahuan yang dimiliki dan yang akan dipelajari siswa dengan konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitifnya. Peta konsep dapat memvisualisasikan pengetahuan serta pemahaman konsep dalam suatu bagan atau skema yang sistematis selanjutnya dapat menguji penguasaan pengetahuan tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap tindakan meliputi empat komponen yakni perencanaan tindakan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas IV SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan sebanyak 35 siswa. Instrumen dalam penelitian ini antara lain lembar observasi wawancara tes tertulis dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar mulai pra tindakan (55 1) meningkat pada siklus I menjadi (66 8) dan pada siklus II meningkat menjadi (73 4). Berdasarkan penilaian lembar pengamatan aktifitas siswa juga mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. Siklus I meliputi komponen bertanya skor rata-rata (25 7) menjawab skor rata-rata (28 5) berdiskusi skor rata-rata (48 5) dan melaporkan skor rata-rata (51 4). Sedangkan pada siklus II meliputi komponen bertanya skor rata-rata (48 5) menjawab skor rata-rata (52 8) berdiskusi skor rata-rata (60) dan melaporkan skor rata-rata (62 8). Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat peningkatan skor rata-rata aktifitas siswa pada semua komponen. Pada komponen bertanya meningkat 47 % aktifitas meningkat 46 % berdiskusi meningkat 19 2 % dan melaporkan meningkat 18 2 %. Maka rata-rata peningkatan seluruh komponen aktifitas siswa mulai siklus I dan siklus II sebesar 32 6 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) adanya peningkatan hasil belajar IPS melalui pembelajaran Peta Konsep materi Transportasi siswa kelas IV SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan (2) pembelajaran peta konsep dapat meningkatkan aktifitas siswa kelas IV SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan dan (3) hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran peta konsep mencapai KKM pada mata pelajaran IPS yang telah ditentukan di SDN Tanggulangin Kejayan Pasuruan. Berdasarkan dari hasil penelitian tindakan kelas peneliti dapat memberikan saran (1) untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal hendaknya guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran (2) dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terencana dengan baik. Dengan perencanaan yang baik maka penelitian bisa mendapatkan hasil yang maksimal.