Skripsi
Penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan kedisiplinan anak kelompok B di TK-SD Satu Atap Bandungrejosari 1 Kota Malang / Intan Maharani Krisnawati
Abstrak
Kata Kunci Metode Bermain Peran Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan kedisiplinan anak. Hal ini disebabkan karena kegiatan pembelajaran belum melibatkan anak dan belum memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi dan mencoba kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan cara penggunaan metode bermain peran yang dapat meningkatkan kedisiplinan anak kelompok B di TK-SD Satu Atap Bandungrejosari 1 2) mendeskripsikan peningkatan kedisiplinan anak kelompok B di TK-SD Satu Atap Bandungrejosari 1 setelah dibelajarkan dengan menggunakan metode bermain peran Penelitian ini dilakukan di TK SD Satu Atap bandungrejosari 1 Malang tanggal 30 Juli sampai 20 Agustus 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas dengan proses bersiklus. Dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan Guru Kelas B. Hasil analisis data menunjukkkan kemampuan kedisiplinan anak dalam berdoa meningkat pada siklus I dari 75 % menjadi 78 94 % pada siklus II. Kemampuan menaati peraturan juga meningkat dari 75 % pada siklus I menjadi 86 84 % pada siklus II. Kemampuan perhatian anak meningkat dari 71 05 % pada siklus I menjadi 89 43 % pada siklus II. Kedisiplinan bekerja sama juga meningkat dari 66 7 % pada siklus I menjadi 84 2 % pada siklus II. Peningkatan kemampuan kedisiplinan lainnya adalah dalam menyelesaikan tugas tepat waktu meningkat dari 76 3 % pada siklus I menjadi 94 76 % pada siklus II. Disimpulkan penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan kedisiplinan anak usia dini. Kepada peneliti lanjutan disarankan temuan ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan sebagai refleksi untuk mengembangkan hasil penelitian penerapan metode bermain peran dalam bidang pembelajaran bahasa seni kognitif fisik motorik dan kompetensi dasar anak usia dini lainnya.