Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X di MAN Malang I melalui media artikel / Nanik Yuniarti
Abstrak
Kata kunci menulis teks pidato media artikel. Salah satu ragam keterampilan menulis yang diajarkan di SMA/MA adalah menulis teks pidato. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 pembelajaran menulis teks pidato menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa SMA/MA secara maksimal. Oleh karena itu peran guru dan siswa sangat besar selama proses pembelajaran menulis teks pidato. Guru dituntut dapat menggunakan strategi dan media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis teks pidato. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada studi pendahuluan di MAN Malang I diketahui bahwa strategi dan media yang digunakan dalam menulis teks pidato masih konvensional. Kondisi seperti ini menyebabkan kegiatan belajar siswa tidak aktif dan hasil belajar siswa belum maksimal. Selain itu siswa juga mengalami kendala dalam menulis teks pidato. Kendala yang dialami siswa dalam menulis teks pidato adalah (1) kurangnya konsentrasi siswa dalam mendengarkan penjelasan dari guru (2) siswa kesulitan menulis pidato sesuai dengan unsur-unsur teks pidato yaitu pembuka isi dan penutup (3) menulis teks pidato dengan memperhatikan ejaan yang benar. Hambatan ini muncul karena media yang digunakan dalam pembelajaran kurang menarik sehingga mengakibatkan suasana pembelajaran yang membosankan dan kurang menarik konsentrasi siswa sehingga hasil yang dicapai dalam pembelajaran kurang maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dicarikan sebuah strategi dan media pembelajaran yang menarik dan inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Peneliti dan guru mata pelajaran sepakat untuk menggunakan media artikel sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan menulis teks pidato. Pemilihan artikel sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis teks pidato ini disebabkan oleh mudahnya untuk mendapatkan artikel. Siswa dapat memperoleh artikel melalui media massa misalnya koran atau majalah dan saat ini siswa juga bisa memperoleh artikel melalui internet. Selain itu dalam artikel permasalahan di kupas dan dibahas secara tuntas dengan alasan yang logis dan gagasan yang cemerlang. Dengan itu diharapkan dapat membantu siswa dalam menulis teks pidato. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis teks pidato pada 4 aspek yaitu (1) aspek pembuka (2) aspek isi (3) aspek penutup dan (4) aspek ejaan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif karena penelitian ini berusaha menggambarkan fakta objek dan data-data sebagaimana adanya. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) pemilihan rancangan ini sesuai dengan karakteristik PTK yaitu permasalahan yang diangkat untuk dipecahkan bermula dari permasalahan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini meliputi empat langkah pokok yaitu (1) perencanaan tindakan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi/pengamatan dan (4) refleksi hasil tindakan. Penelitian ini berlokasi di MAN Malang I yang terletak di jalan Baiduri Bulan 40 kota Malang. Penelitian ini lebih dikhususkan pada kelas XE. Kelas X di MAN Malang I terdiri atas 7 kelas yaitu kelas XA--XG. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan 22 siswa kelas XE MAN Malang I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa menulis teks pidato dilakukan dengan menggunakan media artikel. Peningkatan kemampuan menulis pembuka dilakukan dengan proses membaca mencermati dan menganalisis contoh teks pidato dengan memperhatikan unsur-unsur teks pidato membaca artikel baru untuk memantapkan pemahaman siswa terhadap pemanfaatan artikel sebagai media mendata dan menentukan topik dan tujuan pidato kemudian menulis kerangka teks pidato berdasarkan inspirasi dari artikel yang telah dibaca dan mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi pembuka pidato yang baik. Peningkatan kemampuan menulis isi pidato dilakukan dengan proses mengembangkan kerangka isi teks pidato yang telah dibuat dengan memperhatikan topik dan tujuan pidato. Mengembangkan latar belakang butir-butir pembahasan dan klimaks pidato. Peningkatan kemampuan menulis penutup dilakukan dengan proses menjelaskan cara menulis penutup yaitu dengan memberikan kesimpulan dan salam penutup pada akhir pidato dengan memperhatikan isi dan pembuka pidato. Peningkatan aspek ejaan dilakukan dengan cara menjelaskan ejaan yang benar penggunaan tanda baca penulisan kata dan penulisan huruf kapital sebelum kegiatan tes dimulai. Peningkatan kemampuan menulis teks pidato juga ditunjukkan dengan bertambahnya persentase kemampuan menulis teks pidato dari studi pendahuluan ke tahap siklus I dan siklus II. Pada studi pendahuluan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai sesuai dengan SKM adalah 6 (27 27%) siswa. Itu berarti sebanyak 16 (72 72%) siswa memperoleh skor dibawah SKM. Pada tahap siklus I persentase jumlah siswa yang mencapai skor sesuai SKM sebanyak 20 (90 90%) siswa. Siswa yang belum mencapai nilai sesuai SKM hanya 2 (9 09%) siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks pidato siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahap siklus II persentase jumlah siswa yang mencapai nilai sesuai SKM sebanyak 22 (100%) siswa. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh nilai di bawah SKM dan kemampuan siswa menulis pidato sudah baik. Oleh karena itu disarankan kepada guru untuk menggunakan media artikel dalam pembelajaran menulis teks pidato. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan media artikel dalam pembelajaran menulis teks pidato pada jenjang yang berbeda misalnya SMP atau menggunakan media artikel untuk kompetensi menulis yang lain. Dengan demikian hasil penelitian selanjutnya dapat memperkaya pengetahuan mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa.