Skripsi
Perbandingan antara pemikiran Soekarno dengan Tan Malaka tentang nasionalisme / Lanny Hardianto
Abstrak
Kata kunci Perbandingan Pemikiran Nasionalisme Perkembangan nasionalisme tidak dapat lepas dari peran kepemimpinan Soekarno. Soekarno aktif membangkitkan kesadaran rakyat kepada hak-hak dan martabatnya sebagai manusia utuh yang hakiki. Perjuangan Soekarno dalam menentang penjajah diwujudkan melalui pemikiran-pemikiran yang kritis menyangkut bangsanya yang masih terjajah secara fisik maupun mental. Selain Soekarno sebagai tokoh pembebasan nasional dalam menghadapi kaum penjajah terdapat tokoh radikal kiri yang juga berjasa dalam usaha merebut kemerdekaan Indonesia. Tokoh radikal kiri itu bernama Tan Malaka. Perjuangan Tan Malaka dalam menentang penjajah dilakukan dengan perjuangan gerilya. Ia juga menentang kebijakan kaum kolonialis dan imperialis melalui ide-ide pemikirannya. Soekarno dan Tan Malaka mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam merebut Kemerdekaan Indonesia. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) bagaimana persamaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka (2) bagaimana perbedaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka (3) bagaimana prospek pemikiran nasionalisme mereka di era globalisasi. Tujuan penulisan skripsi ini adalah (1) untuk mengetahui dan memahami persamaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka (2) untuk mengetahui dan memahami perbedaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka (3) untuk mengetahui dan memahami prospek pemikiran nasionalisme mereka di era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan melakukan analisis terhadap data dan fakta yang diperoleh dari sumber pustaka sehingga memperoleh suatu hasil analisis berupa argumentasi penulis. Proses penggarapan yang digunakan meliputi heuristik kritik interpretasi dan historiografi. Persamaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka meliputi (1) Dalam hal ideologi mereka menginginkan berdirinya suatu negara Indonesia yang berbentuk republik (2) dalam hal politik mereka menginginkan adanya persatuan di kalangan rakyat dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia (3) dalam hal ekonomi mereka menghendaki suatu ekonomi terencana yang menginginkan gotong royong seluruh rakyat Indonesia (4) dalam hal sosial mereka menginginkan rakyat Indonesia menjadi sejahtera baik spiritual maupun materiil (5) dalam hal budaya mereka menginginkan agar bangsa Indonesia melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia serta menolak pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Perbedaan pemikiran nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka meliputi (1) dalam hal ideologi pemikiran Soekarno didasarkan pada Marhaenisme sedangkan pemikiran Tan Malaka didasarkan pada komunisme (2) dalam hal politik Soekarno dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia menggunakan cara diplomasi sedangkan Tan Malaka dalam hal mewujudkan kemerdekaan Indonesia menggunakan cara konfrontasi (3) dalam hal ekonomi Soekarno menginginkan agar seluruh perusahaan yang berskala besar dimiliki oleh pemerintah tetapi rakyat harus diikutsertakan dalam mengontrol perekonomian Indonesia sedangkan Tan Malaka menginginkan agar rakyat Indonesia saja yang memegang semua perusahaan serta mengontrol perekonomian Indonesia (4) dalam hal sosial Soekarno mencita-citakan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila sedangkan Tan Malaka menghendaki masyarakat Indonesia menjadi masyarakat komunis. Globalisasi merupakan suatu fenomena nyata dalam perkembangan kehidupan manusia yang dampaknya dapat dirasakan hingga seluruh segi kehidupan. Indonesia dewasa ini sedang dilanda arus globalisasi dengan intensitas yang tinggi. Dalam aspek ekonomi penanaman modal asing merupakan salah satu persoalan yang harus diperhatikan bangsa Indonesia. Pada aspek politik persaingan yang tidak sehat diantara para elit politik dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah belah persatuan bangsa. Pada aspek budaya budaya lokal bangsa Indonesia semakin terpinggirkan. Melihat berbagai permasalahan yang ada maka nasionalisme masih diperlukan dan sangat relevan di masa yang akan datang serta konsep Tri Sakti yang digagas Soekarno dan konsep Merdeka 100% yang digagas oleh Tan Malaka masih sangat relevan hingga saat ini.