Skripsi
Studi komparasi penerapan metode superitem dengan penerapan metode ceramah bermakna terhadap prestasi belajar dasr pembuatan WEB siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Batu / Lia Wahyuliningtyas
Abstrak
Kata Kunci prestasi dalam belajar Superitem Teknologi Informasi dan Komunikasi HTML komparasi. Metode Superitem merupakan pendekatan pemecahan masalah yang menempatkan guru sebagai fasilitator dimana kegiatan belajar mengajar akan dititik beratkan pada keaktifan siswa dalam pembelajaran dasar pembuatan web statis. Dengan pembelajaran menggunakan metode pengajaran taksonomi SOLO/superitem diharapkan siswa akan lebih aktif dan prestasi belajar dapat maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan tingkat prestasi belajar siswa karena penerapan metode Superitem (2) untuk mendeskripsikan tingkat prestasi belajar siswa karena penerapan metode Ceramah Bermakna (3) untuk mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar dasar pembuatan web karena penerapan metode Superitem dibandingkan dengan penerapan metode Ceramah Bermakna . Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental). Rancangan penelitian eksperimen ini merupakan rancangan dengan Post test-Only Control Design dengan pemilihan kelompok yang tidak diacak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Batu semester 1 tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 235 siswa. Sedangkan sampel penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 (43 siswa) sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA 2 (43 siswa) sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu pada mata pelajaran TIK dan variabel bebasnya adalah metode Superitem untuk kelas eksperimen dan metode Ceramah Bermakna untuk kelas kontrol. Hasil analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung (10 093) ttabel (1 658) jadi Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara penerapan metode Superitem dibandingkan dengan metode Ceramah bermakna. Perbedaan tersebut dilihat dari ranah kognitif psikomotorik dan afektif siswa. Pada ranah kognitif skor rerata nilai tes akhir (post test) siswa yang diperoleh kelas eksperimen (87 44) dan pada kelas kontrol (70 88). Sedangkan pada ranah psikomotorik skor rata-rata penilaian proses pada kelas eksperimen sebesar 90 38 dan kelas kontrol sebesar 74 85. Dan ranah afektif skor rata-rata penilaian proses pada kelas eksperimen sebesar 86 49 dan kelas kontrol sebesar 74 20. Nilai akhir total prestasi belajar siswa kelas eksperimen yang terdiri dari ranah kognitif afektif dan psikomotorik siswa dengan skor rerata yaitu 88 30 dan untuk kelas kontrol didapat skor rerata yaitu 73 27.