Skripsi
Penerapan metode bermain sains untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan kognitif anak kelompok B TK Laboratorium Universitas Negeri Malang / Rizki Mumpuni
Abstrak
Kata Kunci Metode Bermain Sains Kognitif Anak usia prasekolah umumnya merupakan anak yang aktif dan ingin tahu namun yang terjadi pada anak kelompok B TK Laboratorium UM masih sedikit anak yang antusias terhadap pembelajaran. Selain itu kemampuan kognitif anak yang berhubungan berfikir teliti mengingat membedakan benda masih rendah. Hal ini karena anak tidak dilibatkan secara langsung dalam memecahkan masalah.Mengingat dunia anak adalah bermain dan merupakan bagian dari perkembangan kognitif. Apalagi daya tangkap sains anak Indonesia berada pada peringkat ke 34 dari 38 negara maka diperlukan penerapan metode bermain sains untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan penerapan metode bermain sains untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan kognitif anak kelompok B TK Laboratorium Universitas Negeri Malang 2) mendeskripsikan keaktifan anak kelompok B TK Laboratorium Universitas Negeri Malang meningkat saat diterapkan metode bermain sains 3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok B TK Laboratorium Universitas Negeri Malang saat diterapkan metode bermain sains. Penelitian ini dilakukan di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang mulai tanggal 28 September sampai 14 Oktober 2010 dengan menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan Guru Kelas B. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siklus I keaktifan anak sudah meningkat walaupun ada satu anak yang memiliki skor 12 di bawah skor minimal namun pada silkus II keaktifan anak dapat dikategorikan sangat aktif. Sedangkan kemampuan kognitif anak pada siklus I sudah meningkat menjadi 65 2% namun masih di bawah standar ketuntasan klasikal yaitu 75%. Pada siklus II meningkat menjadi 91 3%. Dapat disimpulkan metode bermain sains dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan kognitif anak kelompok B TK Laboratorium Universitas Negeri Malang. Kegiatan bermian sains ini meliputi 1) mengelompokkan benda melalui mengujicobakan bahan yang larut dalam air dan yang dapat menyerap air 2) menyebutkan perbedaan dua benda melalui membuat air gula 3) sebab akibat melalui wujud air (padat cair gas) 4) menjelaskan proses kegiatan atau percobaan melalui proses terjadinya hujan. Disarankan bagi para pendidik anak usia dini untuk menggunakan kegiatan bermain sains ini dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak dan juga dapat dipakai sewaktu menjelaskan proses terjadinya hujan pada tema air.