Skripsi
Peningkatan kualitas proses dan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning metode stad pada pembelajaran apresiasi tari kelas VIII-D di SMP Negeri 2 Tumpang Malang / Lusi Kos Rahayu
Abstrak
Kata kunci kualitas proses pembelajaran model pembelajaran kooperatif metode STAD hasil belajar Melihat kondisi siswa yang sebagian memandang mata pelajaran seni budaya sangat mudah dan mempunyai persepsi pasti mendapatkan nilai diatas SKM maka sebagian siswa meremehkan pelajaran seni budaya dengan alasan pelajaran tersebut tidak masuk pada Ujian Nasional. Dengan latar belakang yang seperti itu maka upaya penerapan model pembelajaran Cooperative Learning metode STAD diharapkan dapat meningkatkan kealitas proses dan hasil belajar pada pembelajaran apresiasi tari kelas VIII-D di SMP Negeri 2 Tumpang. Permasalahannya bagaimana penggunaan model pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada pembelajaran apresiasi tari kelas VIII-D di SMP Negeri 2 Tumpang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus meliputi langkah-langkah (a) Perencanaan (b) Pelaksanaan tindakan (c) Obsevasi dan (d) Rrefleksi. Dilakukan sebagai tindakan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar pada pembelajaran apresiasi tari siswa kelas VIII-D di SMP Negeri 2 Tumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif karena guru telah melaksanakan pengelolaan pembelajaran dengan baik dimana skor rata-rata total yang diperoleh Guru pada Siklus I sebesar 81.7% meningkat pada Siklus II sebesar 94.2%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Pada aspek afektif dan aspek psikomotor nilai rata-rara meningkat di Siklus I sebesar 72.1 menjadi 84.2 di Siklus II dan dikatakan tuntas. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions) dapat digunakan dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran lain sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Dukungan Kepala Sekolah sangat diharapkan untuk mengupayakan Guru supaya memiliki pengalaman dalam pembelajaran model STAD (Student Team Achievement Division). Kepada peneliti selanjutnya disarankan agar melibatkan pakar STAD (Student Team Achievement Divisions) dalam melakukan penelitian tindakan kelas lebih lanjut.