Skripsi
Peningkatan kemampuan mengidentifikasi unsur cerpen yang diperdengarkan dengan metode peta-pikiran siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tahun 2010/2011 / Riadi Suhendra
Abstrak
Kata kunci Pembelajaran Menyimak Cerpen Metode Peta-Pikiran Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X terdapat Kompetensi Dasar (KD) mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita pendek. Melalui KD ini dimaksudkan siswa menentukan dan menunjukan unsur cerita pendek. Untuk meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek diperlukan strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran mengidentifiasi unsur cerita pendek. Dengan metode peta-pikiran ini siswa dapat memetakan pikirannya dan membuat rute yang hebat bagi ingatan siswa juga memungkinkan siswa menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Secara umum penelitian ini berupaya menjawab masalah tentang proses dan hasil pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek yang diperdengarkan dengan metode peta-pikiran siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Sesuai dengan masalah tersebut penelitian ini bertujuan meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita pendek yang dipedengarkan. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sesuai dengan rancangan itu penelitian disusun dalam siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Penetapan subjek didasarkan pada hasil analisis studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. Subjek yang akan diberi tindakan adalah seluruh siswa kelas X-1 SMA Negeri 8 Malang yang berjumlah 38 siswa. Penelitian dilasanakan pada tanggal 28 Oktober 2010 sampai dengan 6 November 2010 dalam dua siklus. Data penelitian meliputi data verbal yang berwujud tuturan lisan dan nonverbal yang berupa rekaman tindakan siswa dalam foto dan tindakan yang ditraskripkan yang ditulis kedalam pedoman observasi pedoman wawancara dan catatan lapangan. Bertolak dari proses dan hasil tindakan kelas dapat ditemukan bahawa penggunaan media audio dan metode peta-pikiran dapat meningkatkan pembelajaran siswa SMA Negeri 8 Malang dalam mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita pendek. Hal ini dapat dilihat dari nilai yang diperolah siswa di atas SKM (Standar Ketuntasa Minimal) yang telah ditetapkan sekolah. Mendengarkan rekaman cerita kemudian mengidentifikasi usnur intrinsik dan ekstrinsik dari hasilnya siswa mengalami peningkatan dan dari peroses siswa menyimak juga mengalami peningkatan terlihat dari tingkat kesungguhan kesiapan dan konsentrasi siswa Peningkatan hasil pembelajaran siswa dalam mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita terlihat dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang telah mencapai nilai Standar Ketuntasan Minimal SMA Negeri 8 malang untuk mata pelajaran Bahasa Indoesia. Pada siklus I nilai rata-rata yang diproleh 61.7. sedangkan siklus II nilai rata-rata yang diperoleh 90.45. berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada sisklus I dan siklus Ii mengalami peningkatan presentase kenaikan sebesar 46.6% dapat dikemukakan bahawa presentasi kenaikan dari nilai rata-rata siswa dikatakan telah melebihi Standar Ketuntasan Minimal 75 untuk pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 8 malang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode peta-pikiran dapat meningkatkan pembelajaran mengidentifikasi unsur cerita yang diperdengarkan melalui rekaman. Berdasarkan hasil pnelitian ini disarankan kepada guru untuk menggunakan metode peta-pikiran dengan lebih kreatif dan inovatif dalam upaya meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya mengidentikasi unsur cerita yang diperdengarkan melalui rekaman. Untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang inovatif dan ktratif. Kepada kepala sekolah SMA Negeri 8 Malang disarankan agar memberikan dukungan kepada guru untuk mengembangkan Strategi pembelajaran yang lebih variatif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia di sekolah. Kepada penekiti berikutnya yang melakukan penelitian sejenis diharapkan dapat menggunakan dan mengembangkan Strategi pembelajaran dan pengguaan metode peta-pikiran sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain dengan cara yang lebih kreatif.