Skripsi
Penggunaan strategi tangga bantuan untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo / Ardhik Aulia Suryususanto
Abstrak
Kata kunci peningkatan menulis artikel strategi tangga bantuan. Wacana argumentasi adalah salah satu bentuk wacana yang berisi pernyataan sebuah pendapat mengenai suatu permasalahan tertentu yang diperkuat dengan pertimbangan logis maupun emosional. Melalui pelatihan menulis wacana argumentasi dengan metode yang tepat siswa diharapkan mampu merangkai dan menuangkan ide konsep dan gagasan secara sistematis dengan media tulis. Perwujudan dalam pelatihan wacana argumentasi adalah paragraf argumentasi. Sedangkan paragraf argumentasi sendiri dapat dikembangkan lagi menjadi sebuah artikel. Sampai saat ini materi pelatihan menulis artikel kurang dikuasai siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo. Setelah dilaksanakan pengamatan dan wawancara terhadap siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia diketahui siswa memiliki kelemahan pada pengembangan ide sistematika penulisan dan kebahasaan. Beberapa kelemahan tersebut diketahui karena kurangnya pelatihan menulis yang diterapkan kepada siswa. Selain itu guru hanya membebankan siswa untuk mengerjakan soal-soal terkait materi yang bersifat teoritis. Maka dibutuhkanlah sebuah strategi baru dalam pembelajaran menulis artikel yang diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa dan menanggulangi hambatan-hambatan yang ditemui dalam pembelajaran menulis. Oleh karena itu penulis menerapkan strategi tangga bantuan untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo. Penelitian ini berawal dari masalah bagaimanakah penggunaan strategi tangga bantuan untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo. Penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karangrejo pada kelas X1. Subjek yang diteliti sebanyak 37 siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan menggunakan instrumen pendukung berupa catatan lapangan dan pedoman wawancara. Pengumpulan data hasil dilakukan dengan analisis karya siswa. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa pembelajaran menulis artikel menggunakan strategi tangga bantuan terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil kemampuan menulis siswa dengan memuaskan. Dari hasil peningkatan kemampuan menulis paragraf argumentasi pada tahap pratulis pada siklus I diketahui bahwa siswa yang mencapai skor 75 sebanyak 67 56% berjumlah 25 siswa sedangkan untuk siklus II siswa yang mencapai skor 75 sebanyak 100% berjumlah 37 siswa. Pada tahap pratulis diketahui ada peningkatan kemampuan siswa sebesar 32 44%. Dari hasil peningkatan kemampuan menulis paragraf argumentasi pada tahap saat tulis siklus I diketahui bahwa siswa yang mencapai i skor 75 sebanyak 45 94% berjumlah 16 siswa. Pada siklus II siswa yang mencapai skor 75 sebanyak 100% berjumlah 37 siswa hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa sebesar 54 06% dibandingkan siklus I. Pada tahap pascatulis siklus I siswa kurang percaya diri dan kurang antusias dalam kegiatan publikasi sedangkan pada siklus II siswa telah mempunyai kepercayaan diri untuk membacakan paragraf argumentasinya di depan kelas. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi tangga bantuan dapat meningkatkan kemampuan menulis artikel siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditemukan bahwa kemampuan siswa dalam menulis artikel melalui strategi tangga bantuan dapat meningkat pada aspek kognitif afektif dan psikomotor pada proses dan hasil tahap pratulis saat tulis dan pascatulis. Secara lebih rinci beberapa temuan yang diperoleh adalah (1) terjadinya peningkatan aktivitas interaksi pembelajaran melalui beberapa pendekatan yang dilakukan oleh guru melalui penerapan strategi tangga bantuan (2) beberapa kelemahan siswa terkait pembelajaran menulis dikarenakan kurangnya pelatihan menulis yang diberikan kepada siswa dan (3) penerapan strategi tangga bantuan dapat mengoptimalkan kemampuan siswa untuk menerapkan kemampuan menulis paragraf argumentasi dalam penyusunan artikel. Berdasarkan simpulan penelitian ini disarankan kepada pembaca untuk menerapkan hasil penelitian ini. Untuk memaksimalkan penerapan penelitian ini perlu adanya perhitungan yang tepat antara perencanaan alokasi waktu dan kondisi siswa. Untuk itu diperlukan adanya studi pendahuluan terkait penerapan hasil penelitian ini untuk mengetahui kesiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal lain yang perlu diperhatikan guru untuk mengembangkan penelitian ini adalah diperlukannya kemampuan guru dalam mendekatkan diri pada siswa. Sementara itu sebaiknya seorang guru mampu berinteraksi dengan baik sehingga siswa akan merasa nyaman dan dapat dengan mudah bertukar pikiran seputar kegiatan pembelajaran. Sebagai perwujudan penerapan hasil penelitian ini sangalah diperlukan bagi guru untuk memberikan vasilitas lebih bagi siswanya untuk mempraktekkan kemampuannya khususnya dalam kegiatan menulis.