Skripsi
Pelaksanaan praktik kerja industri (Prakerin) pada kompetensi Keahlian Pemesinan di SMK Negeri 6 Malang / Rully Andika Listyantoko
Abstrak
Kata Kunci Praktik kerja industri (Prakerin) SMK Negeri 6 Malang merupakan salah satu sekolah SMK Negeri yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan. Waktu pelaksanaan Prakerin relative lama dibandingkan dengan SMK Negeri di Kota Malang dan kesadaran siswa pentingnya praktik kerja industri masih kurang serta kompetensi siswa yang belum relevan dengan dunia industri dalam melaksanakan praktik kerja industri. Dalam penelitian ini rumusan masalah adalah bagaimanakah pelaksanaan program Prakerin di SMK Negeri 6 Malang Bagaimanakah faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program Prakerin di SMK Negeri 6 Malang Tujuan penelitian ini mendiskripsikan pelaksanaan program praktik kerja industri di SMK Negeri 6 Malang. Menjelaskan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Prakerin di SMK Negeri 6 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian diskriptif. Pengumpulan data tentang pelaksanaan program Prakerin yang meliputi prosedur perencanaan pelaksanaan Prakerin kinerja siswa Prakerin monitoring dan pembimbingan evaluasi pengumpulan data faktor penghambat dan pendukung Prakerin dilakukan dengan menggunakan angket wawancara dan studi dokumen. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 6 Malang jalan Ki Ageng Gribig no 27 Malang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan pelaksanaan program praktik kerja industri di SMK Negeri 6 Malang yang meliputi prosedur perencanaan pelaksanaan prakerin di SMK Negeri 6 Malang kinerja siswa Prakerin pembimbingan dan monitoring evaluasi sudah berjalan cukup baik. Peneliti penyarankan kepada sekolah pada prosedur perencanaan pada bagian adsministratif siswa merasa terbebani dengan diwajibkannya melunasi spp semester 3 dan 4 peneliti menyarankan supaya memberi keringan dengan cara mengangsur selama siswa melaksanakan Prakerin. Pada pencarian tempat Prakerin peneliti menyarankan untuk pencarian tempat Prakerin sepenuhnya pihak sekolah yang mencarikan apabila siswa yang mencari tempat sendiri dikawatirkan kompetensi yang diharapkan tidak sesuai. Pada pencarian tempat prakerin peneliti menyarankan kepada sekolah supaya mencari tempat untuk Prakerin yang berkompeten dengan harapan kompetensi siswa meningkat setelah Prakerin. Kesulitan pada guru pembimbing dalam membagi waktu untuk memonitoring dikarenakan padatnya waktu mengajar di sekolah. Peneliti penyarankan kepada humas untuk mengatur jadwal yang seefektif dan seefisien mungkin apabila memungkinkan untuk menambah jumlah guru pembimbing. Kepada peneliti lain dalam penelitian karakteristik praktik kerja industri belum diketahui secara signifikan dampak sesudah prakerin bagi siswa peneliti lain dapat menggunakan judul Dampak pelaksanaan praktik kerja industri di SMK Negeri 6 Malang .