Skripsi
Peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sampit Kabupaten Malang tahun ajaran 2010/2011 / Kholifah
Abstrak
Kata Kunci pembelajaran menulis naskah drama media film drama remaja Keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 disebutkan bahwa menulis naskah drama merupakan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas IX SMP. Kompetensi ini bertujuan agar siswa dapat mengenal memahami dan dapat menulis naskah drama. Kenyataan di lapangan siswa mengalami hambatan dalam menulis naskah drama. Dalam pembelajaran menulis naskah drama hambatan tersebut dapat dikategorikan menjadi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal berupa hambatan psikologis yakni rendahnya minat dan sikap siswa yang berpengaruh terhadap pengetahuan awal siswa yang relevan dengan menulis naskah drama sedangkan hambatan eksternal berupa kurangnya mendayagunakan sarana-sarana yang sudah ada dalam pembelajaran menulis naskah drama. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dibutuhkan media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran didasari oleh kebutuhan siswa dan tuntutan guru agar memberikan materi yang berkualitas. Melalui media film drama remaja diharapkan dapat mendorong guru untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan dekat dengan siswa. Peristiwa nyata atau pengalaman hidup dari seorang tokoh dalam media film drama remaja dapat membantu siswa dalam memperoleh inspirasi membantu kemampuan berpikir kritis siswa membantu kepekaan emosi siswa dan menumbuhkan imajinasi siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang yang meliputi (1) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit kabupaten Malang pada tahap pemunculan ide (2) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit kabupaten Malang pada tahap pengembangan ide (3) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit kabupaten Malang pada tahap penulisan naskah dan (4) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis naskah drama melalui media film drama remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Dampit kabupaten Malang pada tahap penyempurnaan naskah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian disusun dalam siklus meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Subjek umum yang diberi tindakan adalah 32 siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang sedangkan subjek khususnya adalah 22 siswa yang memperoleh skor penilaian proses dan hasil di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yakni 75. Data penelitian berupa data proses dan data hasil pembelajaran menulis naskah drama pada tahap pemunculan ide pengembangan ide penulisan naskah dan penyempurnaan naskah. Pada siklus I dan siklus II data proses berupa kerangka naskah drama sedangkan data hasil berupa karya siswa menulis naskah drama. Pada siklus I menggunakan media video rekaman peristiwa kebakaran. Nilai rata-rata siswa menyusun kerangka naskah drama yaitu 71 5 dan mencapai skor di atas KKM sebesar 53 1% sedangkan peningkatan hasil belajar siswa menulis naskah drama 74 5 dan mencapai 68 7%. Pada siklus II melalui media film drama remaja hasil belajar siswa menyusun kerangka naskah drama meningkat mencapai rata-rata 81 8 dan hasil menulis naskah drama mencapai rata-rata 80 4 serta mencapai skor di atas KKM sebesar 90 6%. Disimpulkan bahwa melalui media film drama remaja pembelajaran menulis naskah drama siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan pada guru Bahasa Indonesia agar menggunakan media film drama remaja dalam pembelajaran menulis naska drama dengan berbagai macam topik dan tema dengan lebih kreatif dan bervariasi sebagai upaya untuk meningkatkan pembelajaran menulis naskah drama. Bagi kepala SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang disarankan agar memberikan dukungan kepada guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif serta mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik minat siswa dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Dampit Kabupaten Malang. Selain itu pada peneliti berikutnya yang melakukan penelitian sejenis diharapkan dapat menggunakan dan mengembangkan media film drama remaja sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain dengan cara yang lebih kreatif dan bervariasi.