Skripsi
The Analysis of the english textbooks used at SMAN 5 Malang / Rima
Abstrak
Kata kunci Analisa Isi Kriteria Evaluasi Buku Cetak Proses belajar dan pembelajaran Bahasa Inggris tidak dapat dipisahkan dari buku cetak Bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan buku cetak adalah kumpulan dari materi yang dituliskan di kuikulum atau silabus oleh kelas atau negara tertentu. Namun tidak semua buku cetak sesuai untuk digunakan oleh kelas tertentu. Oleh karena itu penting bagi guru untuk mengevaluasi buku cetak sebelum menggunakannya. Peneliti bertujuan untuk mengetahui apakah buku cetak Interactive English Learning for SMA/MA Students Grade X dan IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) English as a Second Language (Second Edition) yang digunakan di SMA Negeri 5 Malang memenuhi kriteria dari KTSP Plus (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Plus) dan Kriteria Evaluasi Buku Cetak. KTSP Plus sendiri merupakan gabungan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang digunakan di SMA Negeri 5 Malang dan IGCSE (International General Certificate of Secondary Education). Dalam mengevaluasi buku cetak peneliti menggunakan evaluasi mendalam. Analisa Isi digunakan untuk mengnalaisa dan mendeskripsikan data. Peneliti meminta guru Bahasa Inggris kelas X untuk menganalisanya dan kemudian membandingkan dengan hasil analisanya. Pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah menjelaskan kriteria yang ada dalam setiap ceklist sebelum memberikan ceklist tersebut kepada guru. Ceklist yang digunakan yaitu KTSP Plus dan Kriteria Evalusi Buku cetak berdasarkan teori Brown (2007) dan Cunningsworth (1995). Hasil dari analisa tersebut akan dijabarkan dan diubah ke dalam bentuk persentasi. Secara keseluruhan terdapat sembilan kriteria yang digunakan untuk penelitian ini conversation gambits genres functional texts indicators aims and approaches language content skills topic dan format. Setelah menganalisa hasil penilaian kedua guru dan hasil analisanya terhadap kedua buku tersebut peneliti menyimpulkan bahwa kedua buku cetak tersebut cukup relevan dengan KTSP Plus dan Kriteria Evaluasi Buku Cetak. Peneliti juga menemukan sebuah penemuan baru. Keauntetikan sebuah materi atau teks dalam pembelajaran bahasa Inggris dianggap penting oleh kedua guru tersebut. Terdapat dua saran yang diberikan. Pertama jika guru Bahasa Inggris tetap menggunakan kedua buku cetak tersebut sebagai suber utama di kelas guru tersebut harus menyediakan materi pendukung (baik materi yang ditulis oleh guru atupun materi dari sumber lain) media pembelajaran dan strategi mengajar yang baik kepada murid. Kedua guru Bahasa Inggris secara umum seharusnya mengadakan analisa yang mendalam terhadap buku cetak sebelum menggunakan buku cetak tersebut di dalam kelas.