Skripsi
Karakteristik batik Madura antara Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan / Nur Fadilah
Abstrak
Kata Kunci Karakteristik Batik Motif Warna Garis dan Budaya Lokal. Kerajinan batik Madura tersebar di beberapa wilayah di antaranya batik dari Kabupaten Bangkalan dan batik dari Kabupaten Pamekasan yang masing-masing memiliki perbedaan karakteristik. Penelitian ini bertujuan mengetahui persamaan dan perbedaan karakteristik batik Madura antara Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan yang meliputi motif dan warna teknik pembuatan batik dan pengaruh budaya lokal terhadap batik Madura. Penelitian ini dilakukan di Desa Telaga biru dan Paseseh Kecamatan Tanjungbumi Bangkalan dan Desa Klampar Kecamatan Proppo Pamekasan selama bulan Juli dan Agustus 2010. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan kualitatif. Sumber data diambil dari informan dan produk batik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dokumentasi dan wawancara terbuka melalui intrumen yang disediakan. Teknik pengambilan sampel motif dan warna dari batik Bangkalan dan Pamekasan yaitu dengan teknik purposive sampling. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis kategorisasi. Dalam pengecekan keabsahan temuan menggunakan cara berdasarkan teknik trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan motifnya yaitu diambil dari tema-tema alam seperti flora dan fauna sedangkan perbedaannya yaitu motif batik Bangkalan ditinjau dari bentuk dan garis lebih terkesan rumit tegas dan teratur sedangkan motif batik Pamekasan lebih terkesan dinamis dan simple. Persamaan warnanya yaitu memakai warna-warna cerah maupun gelap dan yang paling sering digunakan adalah warna merah dan hitam sedangkan perbedaannya yaitu tingkatan warna batik Bangkalan cenderung lebih gelap dan pekat sedangkan batik Pamekasan cenderung lebih terang dan cerah. Persamaan teknik pembuatan batik Madura ditinjau dari teknik membatik (pemakaian malam) yaitu menggunakan batik tulis dan cap perbedaannya ada penambahan teknik dari Pamekasan yaitu teknik batik kombinasi (tulis dan cap). Ditinjau dari teknik pewarnaan yaitu menggunakan teknik colet dan teknik celup perbedaannya ada penambahan teknik dari daerah Bangkalan yaitu teknik sikat. Pengaruh budaya lokal terhadap batik Madura di Bangkalan yaitu masih mempertahankan warisan tradisi yang turun temurun yang meliputi bahan teknik serta motif dan warna batiknya dan lebih tegas dalam menunjukkan jati dirinya sebagai batik khas pesisir sedangkan Pengaruh budaya lokal terhadap batik Madura di Pamekasan lebih kepada inovasi dan kreasi yang justru dikembangkan menjadi motif baru dan berbagai eksperimen terhadap warna sehingga menjadikan batik Pamekasan yang kaya akan motif dan warna.