Skripsi
Hubungan antara pola asuh orang tua dengan motivasi aktivitas pembelajaran di kelompok bermain yang menerapkan pembelajaran BCCT (studi di kelompok bermain Al-Ghoniyah Kota Malang) / Faizal Kurniawan
Abstrak
Kata kunci pola asuh orang tua motivasi aktivitas pembelajaran Untuk menumbuhkan motivasi aktivitas pembelajaran pola asuh dari orang tua juga sangat menentukan dan apabila anak usia dini termotivasi dirinya untuk belajar maka proses pembelajaran akan dapat berlangsung dengan baik. Pengasuhan orang tua kepada anak merupakan bentuk interaksi langsung. Pengasuhan meliputi mendidik membimbing merawat dan menjaga. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor penunjang motivasi aktivitas pembelajaran anak. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Bermain Al-Ghoniyah Malang yang bertujuan untuk mengetahui (1) pola asuh orang tua di Kelompok Bermain Al-Ghoniyah Malang (2) motivasi aktivitas pembelajaran di Kelompok Bermain Al-Ghoniyah Malang dan (3) hubungan antara pola asuh orang tua dengan motivasi aktivitas pembelajaran di Kelompok Bermain Al-Ghoniyah Malang. Rancangan penelitian ini bersifat deskrptif korelasional. Mengingat penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pola asuh orang tua dengan motivasi aktivitas pembelajaran maka penelitian ini menggunakan analisis multiple regretion yang tujuannya untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan motivasi aktivitas pembelajaran di Kelompok Bermain Al-Ghoniyah Malang. Jumlah keseluruhan populasi dalam penelitian ini adalah 50 yang terdiri atas 25 orang tua dan 25 pendidik. 25 orang tua wali murid diambil dari random 15% dari total keseluran populasi wali murid 168 orang. Istrumen pengumpulan data berupa angket/kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis prosentase dan multiple regretion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kajian pola asuh otoriter sebagian besar responden menjawab tidak pernah menerapkan (39 5%) pada pola asuh permisif sebagian besar responden menjawab tidak pernah menerapkan (38%) pada pola asuh demokratis sebagian besar responden menjawab selalu menerapkan (69%) serta pada pola asuh situasional sebagian besar responden menjawab sering menerapkan (36%). Sedangkan untuk motivasi aktivitas pembelajaran diketahui dari pendidik di Kelompok Bermain Al-Ghoniyah Malang. Dari hasil penelitian diketahui 52% anak didik sering termotivasi diri untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. Analisis yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan motivasi aktivitas pembelajaran. Hal ini terbukti bahwa pola asuh mempengaruhi motivasi anak didik dalam f hitung lebih besar dari f tabel 4.362 2.87. Pada analisis pola asuh orang tua terhadap motivasi aktivitas pembelajaran diketahui F hit F tabel 4.362 2.87 maka dapat dikatakan bahwa pola asuh berpengaruh secara nyata terhadap motivasi aktivitas pembelajaran. Pada pola asuh otoriter diketahui t hit - t tabel -2.145 -2.064 maka dapat dikatakan bahwa pola asuh otoriter berpengaruh terhadap motivasi aktivitas pembelajaran. Hasil analisis pada pola asuh permisif diketahui t hit t tabel 2.758 2.064 maka dapat dikatakan bahwa pola asuh permisif berpengaruh terhadap motivasi aktivitas pembelajaran. Hasil analisis pada pola asuh demokratis diketahui t hit t tabel 2.064 1.993 maka dapat dikatakan bahwa pola asuh demokratis berpengaruh terhadap motivasi aktivitas pembelajaran. Pada hasil analisis pola asuh situasional diketahui t hit t tabel 2.064 0.214 maka dapat dikatakan bahwa pola asuh situasional berpengaruh terhadap motivasi aktivitas pembelajaran Berdasarkan penelitian ini dapat dikatakan bahwa pola asuh demokratis sangat berpengaruh dalam pembentukan motivasi aktivitas pembelajaran dengan nilai 0.587 terbesar diantara variabel yang lain. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang paling sering diterapkan di Kelompok Bermain Al-Ghoniyah Kota Malang. Hal ini terbukti dengan motivasi peserta didik untuk mengikuti aktivitas pembelajaran sangat tinggi. Orang tua peserta didik disarankan untuk menerapkan pola asuh demokratis guna menumbuhkan motivasi aktivitas pembelajaran peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di kelompok bermain.