Tugas Akhir
KWh meter digital dengan output display rupiah / Abdurrohman Mukti
Abstrak
Kata Kunci kWh meter Sensor Mikrokontroler LCD Biaya listrik. kWh meter merupakan alat ukur pemakaian energi listrik yang sudah umum dipakai oleh pelanggan listrik. Pelanggan listrik tersebut melingkupi berbagai instansi maupun perumahan baik rumah tangga gedung perkantoran industri dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan energi listrik sangat tinggi terlebih sekarang semakin banyak pendirian bangunan rumah-rumah atau gedung baru yang tentunya akan menambah jumlah kebutuhan listrik. kWh meter yang masih umum digunakan sekarang adalah kWh meter analog. kWh meter digital sudah ada namun pemakaianya belum tersebar pada lapisan masyarakat. Pada perancangan kWh meter digital dalam Tugas Akhir berikut merupakan pengembangan dari kWh meter yang sudah ada sebelumnya. kWh meter digital yang sebelumnya masih menggunakan sensor untuk mendeteksi putaran piringan pada kWh meter analog atau masih mengunakan trafo arus dan resistor shunt untuk mendeteksi arus namun perancangan kWh meter berikut menggunakan sensor arus ACS712 dengan Hall efect. Sensor arus ACS712 tersedia dalam bentuk chip kecil dan mampu mendeteksi arus mencapai maksimal 5 ampere. Sedangkan rangkaian lain yang digunakan adalah rangkaian mikrokontroller AVR Atmega8 RTC DS1302 keypad 4x4 dan layar LCD M1632. Pinsip kerja dari kWh meter digital yaitu Proses awal dimulai dengan mendeteksi arus yang berasal dari jala-jala listrik. Lalu sinyal keluaran dari sensor arus akan berubah menjadi tegangan DC dilanjutkan masuk ke ADC mikrokontroller untuk dikonversi dari sinyal analog menjadi sinyal digital. Sinyal digital tersebut lalu diproses oleh mikrokontroler dan ditampilkan ke LCD berupa nilai energi listrik disertai biaya pemakaiannya jam dan tanggal pemakaian. Hasil dari pengukuran pada beban 40 watt dan 100 watt didapatkan bahwa alat ini sudah dapat berjalan dengan baik yaitu dengan berubahnya nilai daya listrik tiap menitnya. Setiap terjadi perubahan daya akan diikuti oleh perubahan tarif listriknya. Nilai tarif yang diperoleh sudah sesuai dengan nilai daya yag ditunjukan dikalikan TDL yang ditetapkan oleh PLN dalam hal ini yaitu Rp 900. Alat ini akan memberikan kemudahan bagi pelanggan listrik. Karena pihak pelanggan langsung dapat mengetahui berapa biaya energi pemakaian listriknya dalam suatu waktu tertentu. Untuk melihat biaya pemakaian energi listrik tidak harus menunggu sampai akhir bulan. Jadi setiap peningkatan jumlah daya maka biaya listrik juga akan ikut meningkat. Hal ini akan memberi kemudahan bagi petugas PLN dalam mencatat biaya listrik pelanggan begitu halnya bagi pihak pelanggan akan mempermudah dalam pembacaan kWh meternya.