UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peningkatan kecepatan dan kelincahan melalui permainan tradisional pada siswa kelas V SDN Mulyoagung 04 Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Dedy Kurniawan

Kurniawan, Dedy - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci Pembelajaran kesegaran jasmani kecepatan kelincahan permainan tradisional Suatu proses pembelajaran dapat berhasil jika didukung oleh metode pembelajaran yang tepat dan partisipasi aktif dari siswa. Siswa dapat termotivasi untuk belajar bila materi pembelajaran berkaitan dengan dunia nyata siswa sebagai subjek belajar adalah komponen manusia yang menempati posisi sentral dalam porses pembelajaran. Siswa sebagai faktor penentu di dalam proses pembelajaran yang dapat mempengaruhi berhasil tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya bukan mengetahui nya. Dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti terdapat siswa merasa bosan terhadap pembelajaran yang monoton cepat lelah kurang bersemangat kurang konsentrasi dan mudah mengeluh. Permainan tradisional (permainan bentengan dan permainan bintang beralih) adalah salah satu strategi untuk mengurahi permasalahan-permasalahan yang muncul seperti di atas. Strategi tersebut mempunyai konteks bahwa guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Permainan bentengan merupakan permainan terdiri dari 2 kelompok inti dari permainan ini adalah berjuang untuk menduduki benteng lawan (dengan simbol menyentuh benteng lawan). Setiap team akan menjaga bentengnya masing-masing (bentuk dari benteng tersebut bebas biasanya tiang listrik pohon tembok dll) sekaligus menyerang benteng lawan. Setiap penyerang yang sudah jauh meninggalkan bentengnya akan bisa ditangkap oleh penjaga (lawan) dan jika tertangkap penyerang akan menjadi tawanan. Harus di selamatkan oleh temannya untuk bisa bermain lagi. Sedang kan permainan bintang beralih merupakan permainan yang dimainkan oleh beberapa ke lompok misalnya peserta yang terdiri atas 17 orang jumlah tersebut akan dibagi menjadi 5baris yang tiap baris terdiri atas 3 orang 1orang sebagai pengejar dan 1 lagi sebagai bintang yang berlari dikejar. Permainan dimulai dengan pengejar berlari mengejar bintang yang dapat hinggap pada urutan terdepan dari barisan-barisan sehingga peserta yang berada pada barisa terakhir akan berganti dikejar dan begitu seterusnya. Apabila bintang dapat tertangkap maka dia harus bergantian menjadi pengejar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus an menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi interview catatan lapangan dokumentasi dan tes. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Mulyoagung 04 dan dilaksanakan di lapangan SDN Mulyoagung 04. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan permainan tradisioanl dapat meningkatkan kecepatan dan kelincahan. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran kesegaran jasmani dimana peningkatan kecepatan antara pre test dan post test siklus I sebesar 3 22% (kategori baik) sedangkan peningkatan kelincahan antara pre test dan post test siklus I belum menunjukkan adanya peningkatan. Peningkatan kecepatan antara pre test ke post test siklus II sebesar 6 45% (kategori baik) sedangkan peningkatan kelincahan antara pre test dan post test siklus II sebesar 6 45% (kategori baik). Peningkatan kecepatan antara post test siklus I dan post test siklus II sebesar 9 68% (kategori baik) sedangkan peningkatan kelincahan antara post test siklus I dan post test siklus II sebesar 9 68% (kategori baik). Kesimpulannya bahwa pembelajaran kesegaran jasmani khususnya kecepatan dan kelincahan dengan permainan tradisional sangat bermanfaat bagi siswa karena model pembelajaran tersebut telah terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga bagi guru mata pelajaran pendidikan jasmani dapat dijadikan sebagai bahan ajar dikala siswa sedang bosan. Beberapa saran yang dapat diberikan peneliti adalah (1) Guru hendaknya lebih memberikan variasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (2) Kreatifitas guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar perlu ditingkatkan agar mencipatakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan (3) Bagi peneliti berikutnya dapat menggunakan pembelajran kesegaran jasmani dengan metode yang lainnya dan dikembangkan untuk sekolah-sekolah lain (4) permainan tradisional adalah warisan dari leluhur kita harus tetap dijaga dan dilestarikan.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.86 KUR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 2011.
Deskripsi Fisik
viii, 136 + [4] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00677/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. ANAK - KELINCAHAN
2. PERMAINAN TRADISIONAL

Pembimbing
1. M.E. WINARNO ; 2. SLAMET RAHARJO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik