Skripsi
Analisis kemampuan prediktif arus kas dan earning dalam memprediksi arus kas masa depan pada perusahaan LQ-45 periode 2005-2009 / Triwiarti
Abstrak
Kata Kunci Arus kas Earning Arus kas Masa Depan. Pada teori stakeholder salah satu kepentingan investor dan manajer perusahaan adalah mengetahui kinerja perusahaan di masa sekarang dan yang akan datang apakah mampu going corcern atau tidak. Kepentingan tersebut dapat dicapai melalui informasi arus kas masa depan. Arus kas masa depan dapat diprediksi dari informasi arus kas dan earning saat ini. Kedua informasi tersebut selain memberikan informasi perusahaan saat ini juga memberikan informasi perusahaan di masa yang akan datang dengan analisis prediktif arus kas masa depan. Oleh karena itu kedua informasi tersebut sangat penting bagi investor dan manajer perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui 1) apakah informasi arus kas memiliki kemampuan prediktif dalam memprediksi arus kas masa depan 2) apakah informasi earning memiliki kemampuan prediktif dalam memprediksi arus kas masa depan 3) apakah informasi arus kas memiliki kemampuan prediktif yang lebih baik dibanding informasi earning dalam memprediksi arus kas masa depan 4) apakah kemampuan prediktif informasi arus kas dan earning akan meningkat atau menurun dalam jangka waktu 5 tahun. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan LQ-45 di BEI periode 2005-2009. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling dan diperoleh sampel sejumlah dua puluh tujuh perusahaan yang memenuhi kriteria. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah informasi arus kas aktivitas operasi informasi earning dan arus kas masa depan. Hasil dari penelitian ini adalah 1) informasi arus kas dan earning memiliki kemampuan prediktif dalam memprediksi arus kas masa depan. 2) kemampuan prediktif informasi arus kas lebih baik dibanding informasi earning dalam memprediksi arus kas masa depan karena informasi arus kas lebih tepat menggambarkan arus kas masa depan. Informasi earning mengandung komponen akrual oleh sebab itu diperlukan penyesuaian utnuk memperoleh arus kas bersih. Disamping itu informasi earning lebih rentan terhadap praktik manipulasi. 3) kemampuan prediktif informasi arus kas dan earning dalam memprediksi arus kas masa depan menurun dalam jangka waktu 5 tahun. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi berupa inflasi nilai tukar rupiah suku bunga SBI dan kebijakan manajer perusahaan yang mengakibatkan perubahan dalam laporan keuangan. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori stakeholder. Saran yang dapat dikemukakan sehubung dengan hasil penelitian ini adalah bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan variabel yang lebih lengkap karena dalam penelitian ini hanya menggunakan variabel arus kas dari aktivitas operasi. Obyek penelitian menggunakan perusahaan yang lebih luas seperti perusahaan finansial dan non finansial dimana perusahaan fianansial memiliki karakteristik yang berbeda dengan perusahaan LQ-45.