Skripsi
Pelaksanaan pembelajaran seni tari melalui penggunaan media audio visual di Taman Kanak-kanak Zam-zam Malang / Elis Agus Cahyanti
Abstrak
Kata kunci Pembelajaran Seni Seni Tari Media Audio Visual Taman Kanak-Kanak. Berbagai bentuk kegiatan dan media kreatif memberi banyak kesempatan pada anak untuk berekspresi. Salah satu upaya mengembangkan potensi anak yaitu melalui lembaga formal Taman Kanak-Kanak. Pada umumnya kegiatan seni di lembaga pendidikan atau lingkungan kelompok bermain lebih banyak berupa kegiatan menari menyanyi menggambar dan mewarna. Peran sekolah dan guru sangat dibutuhkan untuk dapat mengembangkan bahan ajar dan berusaha menemukan bagaimana kegiatan seni yang dapat memenuhi kebutuhan fisik emosional mental dan estetik bagi siswa. Taman Kanak-Kanak Zam-Zam merupakan salah satu Taman Kanak-kanak di kota Malang yang dalam pembelajaran seninya mengajarkan seni tari dengan menggunakan media audio visual. Dari permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran seni pada kegiatan seni tari melalui penggunaan media audio visual di Taman Kanak-Kanak Zam-Zam Malang meliputi perencanaan pembelajaran pelaksanaan pembelajaran penilaian pembelajaran dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Penelitian dilakukan di Taman Kanak-Kanak Zam-Zam Malang dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi pada proses pembelajaran wawancara dengan kepala sekolah dan guru dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui reduksi data paparan data dan penarikan kesimpulan/Verifikasi. Hasil penelitian ini meliputi (1) Perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru dalam bentuk Satuan Kegiatan Harian (2) Pelaksanaan proses pembelajaran yaitu kegiatan awal kegiatan inti dan kegiatan akhir pembelajaran. (3) Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian proses dan penilaian hasil belajar (4) Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kelompok. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan formal dan metode pembelajaran yang digunakan adalah metode bercerita demonstrasi dan mencontoh. Tetapi hasil pembelajaran yang di capai siswa dalam penggunaan media audio visual belum tercapai dan kurang kondusif karena tingkat kemampuan dan karakteristik siswa yang berbeda-beda. Untuk itu dapat disarankan kepada Guru dan lembaga pendidikan/sekolah terutama Taman Kanak-Kanak dalam pembelajaran tidak hanya menekankan pada penguasaan keterampilan secara fisik tetapi juga psikis. Sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat mengembangkan potensi siswa karena peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran.