Skripsi
Peranan pemerintahan Kota Surabaya dalam mengembangkan wisata religi / Krisna Dianika Puspita
Abstrak
Kata kunci Peranan Pengembangan Obyek Wisata Religi Obyek wisata yang ada di Kota Surabaya bermacam-macam mulai dari wisata budaya wisata olahraga wisata rekreasi wisata bahari wisata bisnis dan wisata religi. Di antara sekian banyak obyek wisata di Kota Surabaya yang menjadi andalan dan selalu dikunjungi wisatawan adalah wisata religi. Potensi obyek wisata religi yang dimiliki Kota Surabaya tersebut masih perlu dikembangkan secara optimal agar mencapai hasil maksimal. Hal penting yang diharapkan dari pengembangan pariwisata religi adalah semakin dikenalnya obyek wisata religi tersebut pada masyarakat luas yang akan berimplikasi terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sehingga secara otomatis akan memberi kontribusi terhadap pendapatan daerah Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Obyek wisata religi yang ada di Kota Surabaya (2) Potensi-potensi yang dimiliki obyek wisata religi dalam meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat Kota Surabaya dan (3) Peran pemerintah Kota Surabaya dalam pengembangan wisata religi. Rancangan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan analisis dokumen. Langkah-langkah analisis data meliputi reduksi data display data dan verifikasi data. Sedangkan keabsahan data diuji dengan perpanjangan keikutsertaan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya dan kawasan obyek wisata religi di Kota Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Obyek wisata religi yang ada di Kota Surabaya adalah wisata ini dikaitkan dengan agama sejarah adat istiadat dan kepercayaan umat atau sekelompok dalam masyarakat antara lain (a) Masjid Agung Sunan Ampel (b) Masjid Al-Akbar Surabaya (c) Masjid Muhammad Cheng Hoo (d) Makam Ki Ageng Bungkul (e) Klenteng Sanggar Agung (f) Djoko Dolog. (2) Potensi-potensi yang dimiliki obyek wisata religi dalam meningkatkan pendapatan daerah Kota Surabaya melalui retribusi pajak pakir dan pajak bangunan dan masyarakat Kota Surabaya melalui PKL jasa parkir persewaan MCK (Mandi Cuci Kakus) rumah singgah dan jasa angkutan. (3) Peran pemerintah Kota Surabaya dalam pengembangan wisata religi adalah (a) pengembangan sarana dan prasarana pariwisata terutama di obyek wisata religi (b) peningkatan sumber daya manusia melalui penyuluhan seminar pelatihan dan sosialisasi (c) peningkatan promosi dan pemasaran melalui penyediaan gedung informasi menyebarkan brosur membuat majalah khusus untuk wisata religi atau kegiatan lain yang bertujuan memperkenalkan obyek wisata religi. Berdasarkan hasil penelitian ini maka saran yang diberikan antara lain (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya melibatkan masyarakat dan pihak swasta untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan pengembangan obyek wisata religi seperti dalam memelihara sarana dan prasarana yang ada mempromosikan obyek wisata religi dan kegiatan lain yang bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan (2) Hendaknya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya melakukan penelitian serupa lebih lanjut untuk memaksimalkan pengembangan obyek wisata religi.