Skripsi
Peran orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini di PAUD Nurul Huda Ngadirejo Kepanjenkidul Blitar / Kurniatul Halim Martiningtyas
Abstrak
Kata Kunci peran orang tua kecerdasan emosional anak usia dini Kecerdasan emosional merupakan salah satu kecerdasan yang sangat mempengaruhi perkembangan kehidupan anak karena 80% kesuksesan kehidupan sangat ditentukan oleh kecerdasan emosional (Goleman 2002 34). Memberikan pendidikan kepada anak sejak dini sangat penting dan sangat dianjurkan karena sejak anak dilahirkan hingga tahun-tahun pertama anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Perkembangan anak pada tahun-tahun awal lebih kritis dibandingkan dengan perkembangan selanjutnya sehingga dapat disimpulkan bahwa masa kanak-kanak merupakan gambaran awal manusia sebagai manusia seutuhnya. Peran orang tua dalam perkembangan emosional anak sangat dibutuhkan karena orang tualah yang dapat mendampingi dan mengembangkan kecerdasan anak semaksimal mungkin. Perkembangan anak khususnya perkembangan emosionalnya tercapai dengan baik dan sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini dan hambatan-hambatan yang dihadapai orang tua anak usia dini di PAUD Nurul Huda Ngadirejo Kepanjenkidul Blitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang diambil adalah seluruh orang tua peserta didik PAUD Nurul Huda yang berjumlah 25 orang maka teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perilaku atau sikap emosional anak usia dini di PAUD Nurul Huda pada umumnya adalah baik hal ini ditunjukkan dengan perolehan skor masing-masing variabel yaitu menunjukkan reaksi emosi yang wajar sebesar 67% membina hubungan dengan teman sebesar 75 5% dalam hal kemandirian anak sebesar 71 3% dalam hal empati anak sebesar 73% dalam hal anak mematuhi peraturan sebesar 61 3% dan dalam hal kesopanan anak sebesar 64 5% (2) peran orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak pada umumnya adalah sangat baik hal ini ditunjukkan dengan perolehan skor masing-masing variabel yaitu peran orang tua dalam hal pengelolaan emosi anak sebesar 86% peran orang tua dalam hal anak membina hubungan dengan teman sebesar 82% peran orang tua dalam hal kemandirian anak sebesar 88% peran orang tua dalam hal anak menunjukkan sikap empati sebesar 91 5% peran orang tua dalam anak mematuhi peraturan sebesar 74% peran orang tua dalam hal kesopanan anak sebesar 95% dan (3) hambatan-hambatan orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini yaitu meliputi hambatan internal (emosi anak yang berlebihan emosi orang tua pengaruh lingkungan keluarga) dan hambatan eksternal (pengaruh teman sebaya lingkungan sekolah). Saran dari peneliti adalah (1) Bagi Lembaga PAUD Nurul Huda diharapkan dengan adanya penelitian seperti ini PAUD Nurul Huda bisa menjadi media perantara dalam pemberian informasi tentang perkembangan anak khusunya perkembangan kecerdasan emosional diharapkan pendidikan yang diberikan oleh orangtua dapat lebih maksimal dan lebih baik (2) Bagi orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam perkembangan anak khususnya perkembangan emosional anak diharapkan orang tua memperhatikan dan berperan lebih aktif dalam mengembangkan emosional anak. Terutama bagi orang tua yang kurang memiliki pengalaman diharapkan tidak enggan untuk menambah ilmunya tentang perkembangan anak usia dini.