Skripsi
Pengelolaan program pendampingan pekerja seks komersial (PSK) untuk perubahan perilaku save seks (seks aman) di lokalisasi Slorok Desa Slorok Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang / Endik Balianto
Abstrak
Kata Kunci pendampingan PSK save seks lokalisasi HIV/AIDS. Latar belakang penelitian ini adalah menanggapi perkembangan penularan HIV/AIDS yang semakin meningkat melalui hubungan seks dikalangan Pekerja Seks Komersial (PSK) dilokalisasi Slorok sehingga perlu adanya perhatian dari berbagai elemen untuk mengatasi problematika tersebut sehingga dapat memutus matarantai penyebaran HIV/AIDS salah satunya yaitu LSM Paramitra yang mempunyai visi misi menurunkan angka HIV/AIDS dengan merubah pola perilaku seks beresiko ke perilaku save seks pada PSK melalui proses pendampingan untuk itu perlu adanya pengelolaan program yang terstruktur demi kelancaran pelaksanaan program pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengelolaan program pendampingan Pekerja Seks Komersial (PSK) Untuk Perubahan Perilaku Save Seks (Seks Aman) Bagaimanakah pengelolaan program pendampingan Pekerja Seks Komersial (PSK) Untuk Perubahan Perilaku Save Seks (Seks Aman) di Lokalisasi Slorok. Penelitian ini dilaksanakan dilokalisasi Slorok Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif metode pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara dokumentasi dan observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini (1) perencanaan program pendampingan PSK untuk perubahan perilaku save seks yang terdiri dari (a) pemetaan sosial yang terbagi menjadi 2 yaitu fisik berupa jumlah wisma mucikari PSK pedagang tukang parkir dan keamanan lokalisasi serta denah lokasi dilokalisasi Slorok dan non fisik berupa identifikasi permasalahan dan kebutuhan PSK dilokalisasi Slorok adapun permasalahan yang mereka hadapi adalah kurangnya pengetahuan terhadap penularan dan bahaya IMS-HIV/AIDS dan pola perilaku seks yang beresiko tertular IMS-HIV/AIDS. Sedangkan kebutuhan PSK adalah pengaksesan pengetahuan terhadap penularan dan bahaya IMS-HIV/AIDS dan perubahan perilaku seks yang beresiko menjadi save seks (seks aman) dengan menggunakan kondom (b) Perumusan tujuan pada program pendampingan yaitu tujuan umum membangun visi dan komitemen bebas IMS-HIV/AIDS dilokalisasi sekaligus pembentukan Pokja dilokalisasi. Sedangkan tujuan khusus program pendampingan yaitu memperkuat kapasitas masyarakat dalam upaya pencegahan IMS-HIV/AIDS. Pemberdayaan komunitas masyarakat yang termaginalkan dan mempermudah akses layanan kesehatan bagi komunitas marginal. Mempermudah akses layanan kesehatan bagi komunitas marginal. (c) Sosialisasi program pendampingan pada sosialisasi terbagi menjadi 2 tahap yaitu ketingkat Muspika dan tingkat lokalisasi Slorok adapun hambatan dalam sosialisasi yaitu tingkat respon yang kurang baik pada tingkat Muspika maupun ditingkat lokalisasi . (2) Pengorganisasian program pendampingan PSK untuk perubahan perilaku save seks yang terdiri dari (a) Pembentukan Pokja dan (b) Pembentukan Peer Educator / Kader. (3) Pelaksanaan program pendampingan PSK untuk perubahan perilaku save seks yang terdiri dari (a) Melakukan motivasi baik pada tingkat komunitas yaitu Pokja dan Kader dengan mengadakan workshop yang dihadiri oleh pengurus Pokja dan Kader dari seluruh lokalisasi di Kabupaten Malang sedangkan pada tingkat PSK dengan mengadakan gebyar kondom dan mendatangkan perwakilan dari DPRD untuk melakukan sosialisasi langsung ke PSK dilokalisasi Slorok dan (b) Koordinasi yang dilaksanakan dibagi menjadi 3 tingkatan yang pertama pada tingkat komunitas yaitu Pokja dilaksanakan 2 kali dalam 1 bulan pada tingkat kader koordinasi dilaksanakan 1 bulan sekali kedua tingkat PSK dan ketiga tingkat Puskesmas setiap 1 bulan sekali dan 3 bulan sekali. (4) Pengawasan program pendampingan PSK untuk perubahan perilaku save seks yang terdiri dari (a) Hambatan dalam pelaksanaan program yaitu respon PSK yang kurang karena faktor pendidikan yang rendah kurang konsisten PSK dalam menggunakan kondom dan seringnya terjadinya perbedaan pendapat dalam pengurus Pokja dan (b) Strategi penyelesaian hambatan dengan melakukan pendekatan secara terus menerus serta memberikan informasi secara berulang-ulang dan melibatkan peran Pokja dan mucikari untuk membuat peraturan yang tertulis dilokalisasi Slorok . Saran dari penelitian ini adalah (1) Bagi jurusan pendidikan luar sekolah adanya tambahan informasi melalui kuliah atau seminar yang membahas tentang tugas tenaga pendidikan luar sekolah sebagai pendamping program pemberdayaan masyarakat. (2) Bagi pendamping lapangan hendaknya sasaran dalam program pendampingan Pekerja Seks Komersial (PSK) untuk perubahan perilaku save seks (seks aman) di Lokalisasi Slorok diberi bekal tentang membaca menulis dan berhitung untuk mengembangkan kecakapan serta dapat membantu proses penerimaan informasi oleh pendamping lapangan. (3) Bagi peneliti lain diharapkan bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode serta fokus yang lain sehingga dapat secara berkelanjutan berpartisipasi aktif dalam program pendampingan Pekerja Seks Komersial (PSK) untuk perubahan perilaku save seks (seks aman) di Lokalisasi Slorok Kabupaten Malang. (4) Bagi pemerintah daerah diharapkan lebih berperan aktif dalam program pendampingan sebagai pengevaluasi program pendampingan serta sebagai fasilitator untuk perkembangan Pokja dan Kader di Lokalisasi Slorok.