Skripsi
Perbandingan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode mengajar kelompok dan metode demonstrasi pada pelajaran menjahit celana pria kelas XI Busana di SMK Negeri 3 Malang / Nidya Sasando
Abstrak
Kata kunci Metode Mengajar Kelompok Metode Demonstrasi Hasil Belajar. Metode mengajar kelompok memberikan tekanan utama pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok. Metode ini dapat ditempuh guru dengan jalan membagi kelas dalam beberapa kelompok dan memberi kesempatan untuk belajar perorangan dan berkelompok kecil dalam hal ini guru perlu mencegah terjadinya perilaku siswa sebagi parasit belajar dan ketidakmampuan kerja kelompok. Metode demonstrasi merupakan metode pembanding yang cara penyajian pelajaran tersebut dengan cara meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik sebenarnya ataupun tiruan yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Penilaian hasil belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan menggunakan sistem pembelajaran berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan proses penentuan untuk memastikan siswa apakah sudah kompeten atau belum. Hasil belajar diperoleh dari penggunaan metode mengajar kelompok dan metode demonstrasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan metode mengajar kelompok dan demonstrasi pada pelajaran menjahit celana pria yang dilakukan di SMK Negeri 3 Malang tanggal 24 Agustus 2009 - 25 Desember 2009. Populasi diambil dari siswa kelas XI Busana. Sampel diambil dari siswa kelas XI Busana 1 dan 2. Sedangkan sumber data yang dipilih adalah guru pengajar dari masing-masing kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan nilai praktik. Variabel bebas metode mengajar kelompok dan metode demonstrasi (X) Variabel terikat hasil belajar siswa pada pelajaran menjahit celana pria (Y). Hasil penelitian pengunaan metode kelompok (1) Kecermatan penguasaan prilaku dalam menjahit saku passepoille 93% saku sisi 93% tutup tarik 93% ban pinggang 93%. (2) Kecepatan unjuk kerja dalam menjahit saku pasepoille 64% saku sisi 93% tutup tarik 93% dan ban pinggang 68%. (3) Kesesuaian dengan prosedur dalam menjahit saku pasepoille 89% saku sisi 89% tutup tarik 93% dan ban pinggang 68%. (4) Kualitas unjuk kerja dalam menjahit saku pasepoille 93% saku sisi 93% tutup tarik 89% dan ban pinggang 89%. (5) Tingkat alih belajar dalam menjahit saku pasepoille 89% saku sisi 93% tutup tarik 96% dan ban pinggang 68%. (6) Tingkat retensi dalam menjahit saku pasepoille 89% saku sisi 93% tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. Hasil penelitian pengunaan metode demonstrasi (1) Kecermatan penguasaan prilaku dalam menjahit saku pasepoille 93% saku sisi 89% tutup tarik 89% dan ban pinggang 89%. (2) Kecepatan unjuk kerja dalam menjahit saku pasepoille 46% saku sisi 57% tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. (3) Kesesuaian dengan prosedur dalam menjahit saku pasepoille 89% saku sisi 89% tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. (4) Kualitas unjuk kerja dalam menjahit saku pasepoille 46% saku sisi 57% tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. (5) Tingkat alih belajar dalam menjahit saku pasepoille 89% saku sisi 46% tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. (6) Tingkat retensi dalam menjahit saku pasepoille 89% saku sisi 89% tutup tarik 89% dan ban pinggang 68%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan metode kelompok mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode demonstrasi pada pelajaran celana pria di kelas XI Busana SMK Negeri 3 Malang. Penelitian ini tentunya memiliki banyak kekurangan alangkah baiknya bila peneliti lain mempunyai waktu lokasi dan faktor lain yang mendukung akan lebih baik apabila pengambilan populasi dan sampel dilakukan dari beberapa sekolah yang melaksanakan metode mengajar kelompok dan demonstrasi pada pelajaran produktif. Penelitian selanjutnya supaya lebih sempurna lagi sebaiknya untuk membuktikan bahwa perbandingan metode mengajar kelompok dan metode demonstrasi perlu dikembangkan intrumen lain seperti angket untuk menggali data tersebut. Sebaiknya dalam memilih metode mengajar pada pelajaran produktif lebih bervariasi. Berdasarkan penelitian ini supaya lebih efektif sebaiknya mengembangkan penggunaan metode kelompok dalam pelajaran produktif di Sekolah Kejuruan.