UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Penerapan pembelajaran inquiry untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah program linear / Puty Chandra Darmajanti

Darmajanti, Puty Chandra - Nama Orang;

Abstrak
Program Studi Pendidikan Matematika RSBI FMIPA Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Subanji M.Si (II) Dr. SantiIrawati M.Si Kata kunci berpikir kreatif pemecahan masalah pembelajaran Inquiry Matematika memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan lainnya. Peranan matematika yang dimaksud adalah melatih berpikir kreatif siswa. Tetapi kenyataan di kelas guru lebih sering menggunakan tes tertulis dengan soal-soal yang rutin daripada menggunakan soal-soal yang mengandung pemecahan masalah. Ini berarti kemampuan berpikir kreatif masih jarang diperhatikan. Untuk itu dalam pembelajaran matematika guru harus mampu meningkatkan berpikir kreatif siswa selama proses pembelajaran dan mengurangi kecenderungan guru untuk mendominasi proses pembelajaran.Salah satu pembelajaran matematika yang dapat digunakan guru untuk mengembangkan kreativitas matematika siswa adalah dengan pembelajaran Inquiry (menemukan). Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas X APK SMKN 1 Banyuwangi pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Data yang diperoleh berasal dari teskreativitas (kuis I II dan III) melakukan pengamatan wawancara dan hasil kegiatan siswa selama pembelajaran Inquiry. Tujuan penelitian ini adalah memperolehdesain pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah program linear siswakelas X APK SMKN 1 Banyuwangi tahun pelajaran 2009/2010. Adapun desain pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa adalah sebagai berikut (a) Partisipasi Kelas. Guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan mengingatkan cara mensubstitusikan salah satu titik yang merupakan selesaian pada fungsi objektif sehingga siswa mampu menjawab pertanyaan guru yang jawabannya dikonstruksi/dibuat oleh siswa berdasarkan pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa (b) Referensi. Siswa mencari dan menemukan materi melalui internet atau perpustakaan serta membahas materi tersebut secara akurat untuk memperjelas pengertiannya sehingga memudahkan mereka untuk menyelesaikan masalah (c). Scaffolding. Guru menjelaskan melalui pertanyaan arahan sehingga siswa dapat menentukan nilai optimum dari fungsi objektif dengan menggunakan uji titik pojok. Guru membentuk diskusi antar dua siswa siswa yang satu membuat pertanyaan mandiri sedang siswa yang lain menjawab pertanyaan tersebut (d) Berkelompok. Siswa dibentuk kelompok dan berdiskusi menyampaikan hasil pemahaman mereka (e) Berkomunikasi. Guru mengarahkan siswa dalam berdialog dan salah satu siswa yang merupakan wakil dari kelompok tersebut mempresentasikan hasil kelompoknya di depan kelas dengan berbagai ide atau cara. Sedangkan kelompok lain memberikan tanggapan dan saran sebagai masukan serta mengoreksi hasil pekerjaan sendiri (masing-masing kelompok) dan kesalahan dari kelompok lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I hasil dari kuis I (teskreativitas 1 dan pengamatan) sertakuis II (tes kreativitas 2 dan pengamatan) terdapat 18 siswa (56 25%) siswa yang meningkat berpikir kreatifnya sedangkan pada siklus II hasil dari kuis II (tes kreativitas 2 dan pengamatan) serta kuis III (tes kreativitas 3 dan pengamatan) ada 28 siswa (87 5%) siswa yang meningkat berpikir kreatifnya. Dari pernyataan tersebut ternyata jumlah siswa yang meningkat berpikir kreatifnya semakin bertambah ini berarti bahwa pada siklus II siswa mengalami peningkatan berpikir kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi guru matematika sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk merancang penelitian baru yang berkaitan dengan kreativitas siswa.


Informasi Detail
DDC
Rt 519.7207 DAR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2011.
Deskripsi Fisik
xvi, 428 + [7] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01156/KI/11
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. PROGRAM LINEAR - PEMBELAJARAN INKUIRI
Pembimbing
1. SUBANJI ; 2. SANTI IRAWATI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik