Skripsi
Peningkatan kemampuan berhitung melalui metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata kelompok A di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar / Titin Yuseptina
Abstrak
Kata Kunci kemampuan berhitung metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata. Kemampuan berhitung di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pembelajaran pra tindakan masih belum tuntas. Hal ini disebabkan metode pembelajaran guru mayoritas menggunakan metode pemberian tugas dan anak tidak secara langsung menghitung dengan benda yang nyata. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan metode bermain benda-benda nyata dalam peningkatan kemampuan berhitung anak di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan kanigoro Kabupaten Blitar (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan berhitung melalui metode bermain benda-benda nyata di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan di TK Kartika IV-34 Gaprang Kelompok A yang berjumlah 12 anak mulai bulan Nopember-Desember 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode pengumpulan data berupa observasi. Peneliti berkolaboratif dengan guru lain sebagai obsever dalam kegiatan penelitian baik perencanaan pelaksanaan pengamatan maupun refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus diketahui kemampuan berhitung anak yang ditunjukkan oleh hasil evaluasi. Dengan menerapkan metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata kemampuan berhitung anak mengalami peningkatan yaitu siklus I 60 % siklus II 76 6 %. Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran pada siklus I menggunakan model pembelajaran secara klasikal sehingga pembelajaran siklus I belum maksimal karena dalam pembelajaran klasikal banyak anak yang berbicara sendiri dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Sedangkan pada siklus II menggunakan pendekatan kelompok dan individu pembelajaran berhitung anak semakin meningkat karena dengan model kelompok dan individu anak lebih berkonsentrasi dan mendengarkan penjelasan guru sehingga anak lebih teliti dalam melakukan perhitungan. Atas dasar hasil penelitian tersebut disarankan agar guru dapat memilih metode dan kreatif dalam mencoba ide baru agar proses pembelajaran berhasil dengan baik dan tidak membosankan misalnya dengan menggunakan metode bermain agar dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Harapan peneliti semoga dengan pengalaman peneliti ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang terjun di dunia pendidikan.