UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peningkatan kemampuan berhitung melalui metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata kelompok A di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar / Titin Yuseptina

Yuseptina, Titin - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci kemampuan berhitung metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata. Kemampuan berhitung di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pembelajaran pra tindakan masih belum tuntas. Hal ini disebabkan metode pembelajaran guru mayoritas menggunakan metode pemberian tugas dan anak tidak secara langsung menghitung dengan benda yang nyata. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan metode bermain benda-benda nyata dalam peningkatan kemampuan berhitung anak di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan kanigoro Kabupaten Blitar (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan berhitung melalui metode bermain benda-benda nyata di TK Kartika IV-34 Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan di TK Kartika IV-34 Gaprang Kelompok A yang berjumlah 12 anak mulai bulan Nopember-Desember 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode pengumpulan data berupa observasi. Peneliti berkolaboratif dengan guru lain sebagai obsever dalam kegiatan penelitian baik perencanaan pelaksanaan pengamatan maupun refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus diketahui kemampuan berhitung anak yang ditunjukkan oleh hasil evaluasi. Dengan menerapkan metode bermain penjumlahan dengan benda-benda nyata kemampuan berhitung anak mengalami peningkatan yaitu siklus I 60 % siklus II 76 6 %. Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran pada siklus I menggunakan model pembelajaran secara klasikal sehingga pembelajaran siklus I belum maksimal karena dalam pembelajaran klasikal banyak anak yang berbicara sendiri dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Sedangkan pada siklus II menggunakan pendekatan kelompok dan individu pembelajaran berhitung anak semakin meningkat karena dengan model kelompok dan individu anak lebih berkonsentrasi dan mendengarkan penjelasan guru sehingga anak lebih teliti dalam melakukan perhitungan. Atas dasar hasil penelitian tersebut disarankan agar guru dapat memilih metode dan kreatif dalam mencoba ide baru agar proses pembelajaran berhasil dengan baik dan tidak membosankan misalnya dengan menggunakan metode bermain agar dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Harapan peneliti semoga dengan pengalaman peneliti ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang terjun di dunia pendidikan.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.72044 YUS p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi S1 PAUD, 2011.
Deskripsi Fisik
viii, 73 + [17] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01238/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. BERHITUNG (TAMAN KANAK-KANAK) - METODE PEMBELAJARAN
Pembimbing
1. I WAYAN SUTAMA ; 2. KENTAR BUDHOYO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik