UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Pemanfaatan alat ukur dengan pembelajaran kontekstual metode inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar matematika di kelas III UPT SDN bangilan kota Pasuruan / Anis Setiyowati

Setiyowati, Anis - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci Pembelajaran Kontekstual Metode Inkuiri Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual metode inkuiri . Dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut 1) Apakah pembelajaran Matematika konsep pengukuran melalui pendekatan kontekstual metode inkuiri dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas III SDN Bangilan Pasuruan 2) Apakah pembelajaran Matematika konsep pengukuran melalui pendekatan kontekstual metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Bangilan Pasuruan Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas III SDN Bangilan Pasuruan sebanyak 31orang siswa. Penelitian ini diawali dengan pemberian tes awal yang bertujuan untuk memperoleh gambaran awal kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengukuran. Setelah usai pembelajaran materi menyelesaikan masalah yang berkaitan menggunakan alat ukur dalam pemecahan masalah diadakan tes tertulis secara individu dengan jumlah soal 10 butir. Dari 31 orang siswa hasil tes diperoleh nilai rata-rata 59 dengan perincian nilai sebagai berikut 2 orang siswa memperoleh nilai 100 4 orang siswa memperoleh nilai 90 4 orang siswa memperoleh nilai 80 5 orang siswa memperoleh nilai 60 dan 16 orang siswa memperoleh nilai 40. Dari 10 butir soal yang paling banyak siswa yang salah adalah soal nomor 2 dan 4 tentang hubungan antar satuan panjang. Pada kompetensi dasar di atas telah ditentukan KKM nya 70 artinya siswa dikatakan tuntas belajarnya apabila telah memperoleh nilai minimal 70. Dari hasil tes dapat disimpulkan bahwa siswa yang tuntas belajar 10 orang siswa (30 % ) sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar ada 21 orang siswa (70 % ). Sehingga pembelajaran dikatakan tidak berhasil. Perbaikan yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil observasi aktivitas guru siklus I adalah 97 6 % dengan kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus II adalah 93 8 %. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 6 2 % secara keseluruhan aktivitas guru dalam proses pembelajaran dikategorikan sangat baik karena guru telah dapat melaksanakan pembelajaran matematika pendekatan kontekstual metode inkuiri dengan sangat baik. Hasil observasi . aktivitas siswa siklus I adalah 77 3 % dengan kategori baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II adalah 84 %. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 5 1 secara keseluruhan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dikategorikan baik. Pada penilaian proses untuk siklus I adalah kualifikasi amat baik ada 6 orang siswa (19 4%) sedangkan siswa yang mencapai kualifikasi baik ada 4 orang siswa (13 %) kualifikasi cukup 16 siswa (51 6%) dan kulifikasi kurang 5 siswa (3 %) sedangkan pada siklus II diperoleh kualifikasi amat baik ada 11 orang siswa (35%) sedangkan siswa yang mencapai kualifikasi baik ada 20 orang siswa (65%). Hal ini menunjukkan bahwa motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran sudah meningkat. Pada penilaian hasil untuk siklus I adalah nilai rata-rata 70 3 (dapat dilihat pada tabel 4.6). Siswa yang tuntas belajar 20 orang siswa (64 5% ) sedangkan siswa yang tidak tuntas belajar ada 11 orang siswa (35 5%) . Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata81 9 Siswa yang tuntas belajar 31 orang siswa (100%) dapat dilihat pada tabel 4.12 Berdasakan hasil tes akhir pada siklus I dan II kemampuan pemecahan masalah materi menggunakan alat ukur dalam pemecahan masalah pada siswa kelas III SDN Bangilan Pasuruan mengalami peningkatan hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah siswa pada penilaian proses untuk siklus I adalah kualifikasi amat baik ada 6 orang siswa (19 4%) sedangkan siswa yang mencapai kualifikasi baik ada 4 orang siswa (13 %) kualifikasi cukup 16 siswa (51 6%) dan kulifikasi kurang 5 siswa (3 %) sedangkan pada siklus II diperoleh kualifikasi amat baik ada 11 orang siswa (35%) sedangkan siswa yang mencapai kualifikasi baik ada 20 orang siswa (65%). Hal ini menunjukkan bahwa motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran sudah meningkat.


Informasi Detail
DDC
Rp 510.76 SET p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi PJJ S1 PGSD, 2009.
Deskripsi Fisik
vii, 124 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01253/KI/11
Edisi
Tugas Akhir (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. MATEMATIKA - PRESTASI BELAJAR
2. MATEMATIKA - PEMBELAJARAN INKUIRI

Pembimbing
1. SUTARNO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik