UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Studi pembuatan blus dengan menggunakan pola dasar sistem praktis pada tugas akhir (project work) di SMK Negeri 1 Bangil tahun pelajaran 2008/2009 / Aminah

Aminah - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci pembuatan blus pola sistem praktis Teknik pembuatan pola dasar blus menggunakan beberapa sistem yaitu Sistem Danckaerts Sistem Charmant Sistem Meyneke Sistem Cuppens Sistem Dress Making Sistem So en dan Sistem Praktis. SMK Negeri 1 Bangil menggunakan Pola Dasar Sistem Praktis. Pola sistem praktis merupakan pola dasar yang sudah disederhanakan sistem pembuatannya dari pola yang sudah ada dan pola dasar sistem praktis belum diteliti. Pola ini diharapkan dapat menghasilkan ketepatan letak bagian-bagian blus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil penggunaan pola dasar sistem praktis untuk ketepatan letak bagian blus pada tugas akhir kelas XII di SMK Negeri 1 Bangil tahun pelajaran 2008/2009. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada seluruh populasi yaitu siswa kelas XII Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Bangil sebanyak 24 siswa. Instrumen penelitian menggunakan lembar obsevasi. Uji validitas instrumen diketahui distribusi valid. Pola dasar sistem praktis dikualifikasikan kurang baik pada bagian kerung leher garis bahu dan kerung lengan sehingga perlu perbaikan Letak kerung leher longgar maka sebaiknya menggunakan rumus 1/8 x 1/2 lingkar badan 2 cm bagian muka dan 1/8 x lingkar badan 1 cm bagian belakang dihasilkan kerung leher longgar jika dibandingkan dengan pola sistem meyneke dengan rumus 1/6 lingkar leher 2 bagian muka dan 1/6 lingkar leher naik 1 cm bagian belakang hasilnya lebih pas.maka pada bagian kerung leher pola dasar sistem praktis dinaikkan 1 cm atau menggunakan rumus 1/6 lingkar leher 2 cm dan 1/6 lingkar leher 1 cm bagian belakang. Ketepatan letak garis bahu menunjukkan klasifikasi tertarik dan tidak lurus sebaiknya pada pola bagian belakang dinaikkan 1 cm atau menggunakan rumus pada garis bahu muka turun 3 cm dan garis bahu belakang turun 2 cm sehingga letak posisi bahu lebih tinggi bagian belakang dari pada bagian muka. Letak kerung lengan yang sempit dan tertarik pada pola sistem praktis maka pada bagian panjang sisi diturunkan 3-4 cm atau menggunakan rumus panjang muka dibagi 2 sehingga ketemu letak lingkar badan. Dari penelitian tersebut maka siswa diharapkan agar lebih memahami dan terampil dalam pembuatan pola dasar sistem praktis dan untuk guru pengajar diharapkan dalam memberikan materi pembuatan pola dasar sistem praktis dapat menyempurnakan atau memodifikasi pola dasar tersebut mempunyai tingkat ketepatan pada bagian-bagian blus.


Informasi Detail
DDC
Rs 646.407 AMI s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Tata Busana, 2011.
Deskripsi Fisik
viii, 72 + [2] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01267/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. BUSANA (WANITA) - TUGAS AKHIR
Pembimbing
1. ENDANG PRAHASTUTI ; 2. IDAH HADIJAH
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik