Skripsi
Penerapan metode bercerita outing class untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK Tunas Cendekia Kejapanan Gempol / Izzul Fitriyah
Abstrak
Kata Kunci Penerapan Metode Bercerita Kegiatan Outing Class Media Bukiba Karyaku PAUD. Bahasa merupakan alat komunikasi sehari-hari. Orang dewasa orang tua terutama anak-anak sangat memerlukan kemampuan berbahasa. Segala gerak-gerik keinginan ide informasi dapat diungkapkan melalui bahasa. Bahasa memberi kemudahan untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkan. Untuk stimulasi dan mengembangkan kemampuan berbahasa pada anak usia dini sangat tepat apabila diterapkan dengan metode bercerita melalui kegiatan outing class dengan menggunakan media buku cerita bergambar dalam pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan penerapan metode bercerita melalui kegiatan outing class dengan menggunakan media BUKIBA KARYAKU dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di TK Tunas Cendekia Kejapanan Gempol 2) untuk mendeskripsikan pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui penerapan metode bercerita pada kegiatan outing class dengan menggunakan media BUKIBA KARYAKU pada anak kelompok B di TK Tunas Cendekia Kejapanan Gempol. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Tunas Cendekia Kejapanan Gempol sebanyak 12 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (lembar tugas) Data analisis dengan memberikan nilai pada lembar observasi dan tes pertanyaan peneliti memberikan reward berupa binatang sesuai dengan tingkat kemampuan anak. Anak dikatakan mengalami perkembangan dalam belajar jika anak dapat menguasai aspek-aspek yang dinilai dalam penelitian mulai dari pra tindakan dan siklus I jika pelaksanaan tindakan pada siklus I belum menunjukkan hasil yang optimal maka dilanjutkan pengembangan perencanaan tindakan pada siklus II. Hasil dari skor rata-rata indikator bahasa yang diperoleh seluruh anak pada pra tindakan didapat 585 kemudian dicari rata-rata kelas yaitu skor yang diperoleh dibagi jumlah siswa di dapat rata-rata 48 75 dengan kriteria cukup. Pada siklus-1 pertemuan ke 1 di dapat jumlah keseluruhan 700 dibagi jumlah siswa di dapat rata-rata 58 33 pada siklus-1 pertemuan ke 2 jumlah keseluruhan 715 rata-rata 59 58. Sedangkan pada siklus II didapat 975 kemudian dicari rata-rata kelas yaitu skor yang diperoleh dibagi jumlah siswa di dapat rata-rata 81 25 dengan kategori sangat baik. Saran yang disampaikan kepada guru yaitu agar dapat memperbaiki proses kegiatan pembelajaran dengan banyak melakukan kegiatan yang inovatif dan kegiatan tidak selalu berada di dalam kelas sehingga pengalaman anak lebih luas dan pengalaman itu dapat diungkapkan melalui bercerita. Sedangkan bagi bagi peneliti lanjutan disarankan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak melalui kegiatan bercerita dengan menggunakan media selain buku cerita bergambar. Dengan kata lain peneliti harus membuat inovasi baru untuk menciptakan media selain buku cerita bergambar.