Disertasi
Pola interaksi mahasiswa dalam pembelajaran online, ditinjau dari gender, self-efficacy dan gaya belajar: Studi pada pembelajaran online Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang / Munzil
Abstrak
Program studi Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. M. Dimyati (II) Prof Dr. H. Punadji S. M.Ed. M.Pd. dan (III) Dr. H. Moh Sulton M.Pd Kata Kunci Pembelajaran online e-learning self-efficacy gaya belajar pola interaksi Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak pada semua kehidupan manusia termasuk juga terhadap dunia pendidikan. Lahirnya komputer dan berkembangnya dunia internet sebagai sarana interaksi antar manusia membawa dampak pada perkembangan sistem pembelajaran pada semua jenjang. Kemajuan fenomenal adalah dengan lahirnya pembelajaran online yang sering dikenal sebagai e-learning. Penggunaan pembelajaran online telah berkembang pesat pada beberapa perguruan tinggi di negara maju termasuk juga dalam bidang penelitian pembelajaran online. Indonesia sebagai negara berkembang ikut mengadopsi pemanfaatan e-learning untuk pembelajaran terutama di perguruan tinggi. Namun demikian sampai saat ini (tahun 2011) penelitian yang mengarah pada karateristik dan budaya belajar pebelajar masih sangat sedikit. Berdasarkan hal tersebutlah penelitian ini mengangkat tema utama Pola Interaksi Mahasiswa dalam Pembelajaran Online studi pada Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) Universitas Negeri Malang. Untuk menghasilkan kajian yang mendalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran secara umum tentang karakteristik mahasiswa (gaya belajar dan self-efficacy) dan kecenderungan interaksi yang dilakukan mahasiswa selama pembelajaran online. Sedangkan pendekatan kualitatif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam tentang apa dan bagaimana pola interaksi mahasiswa dalam pembelajaran online. Subyek penelitian berjumlah 55 mahasiswa yang terlibat aktif mulai dari awal penelitian hingga akhir penelitian. Tingkat self-efficacy mahasiswa terhadap komputer berada dalam kategori tinggi dan sedang sehingga dengan demikian mahasiswa yang sedang menempuh pembelajaran online memiliki bekal yang cukup untuk menggunakan komputer dan internet sebagai sarana belajar online. Gaya belajar dikategorikan menurut gaya belajar Kolb terdiri dari 9% mahasiswa memiliki gaya belajar accomodating 20% diverging 29% converging dan 42% assimilating. Pola interaksi mahasiswa dalam pembelajaran online ditemukan pola interaksi terlebih dahulu adalah dengan sesama mahasiswa melalui forum diskusi online kemudian interaksi dengan dosen pembina dan terakhir interaksi dengan konten. Mahasiswa merasa dengan membaca transkrip diskusi online sesama mahasiswa mendapatkan pokok-pokok materi perkuliahan jika mahasiswa kurang mengerti mahasiswa menanyakan pada dosen melalui interaksi online setelah itu untuk semakin memahami materi perkuliahan baru mereka berinteraksi dengan konten. Mahasiswa yang memiliki self-efficacy tinggi mempunyai kecendrungan interaksi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki self-efficacy sedang.Kecenderungan tersebut berlaku untuk gender gaya belajar dan interaksi pada semua fitur pembelajaran online. Mahasiswa yang memiliki gaya belajar accomodating dengan self-efficacy tinggi memiliki tingkat frekwensi yang lebih tinggi dari mahasiswa dengan gaya belajar yang lain. Kecenderungan tersebut berlaku untuk gender dan interaksi pada semua fitur yang ada dalam sistem pembelajaran online. Pada forum diskusi antara mahasiswa dengan dosen dan antar sesama mahasiswa ditemukan tiga pola yaitu 1) pola tertutup 2) pola semi tertutup dan 3) pola terbuka. Pada pola tertutup dosen memberikan topik utama dan sub topik yang harus dibahas dalam diskusi pada pola semi terbuka dosen memberi topik utama saja sedangkan sub topik diberikan pada mahasiswa dan pada pola terbuka dosen hanya memberi gambaran umum tentang topik yang dibahas setelah itu mahasiswa sendiri yang menentukan topik dan sub topik. Tingkat interaksi pada masing-masing pola diskusi dari yang paling tinggi adalah pola tertutup kemudian terbuka dan terakhir pola semi terbuka. Efek samping yang dirasakan mahasiswa selama pembelajaran online adalah kemampuan mahasiswa untuk menelusuri bahan pustaka untuk kepentingan pembelajaran matakuliah yang lain kemampuan mahasiswa untuk mengemukakan pendapat tanpa merasa malu karena merasa tidak bertatap muka langsung dengan dosen dan sesama teman mahasiswa.