Skripsi
Penerapan model pembelajaran kooperatif time token arends untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Malang / Muhammad Fitra Rasyadianto
Abstrak
Kata Kunci Kooperatif Time Token Arends Aktifitas Hasil Belajar PKn. Berdasarkan Hasil observasi awal ditemukan bahwa di SDN Jatimulyo 01 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang khususnya pada kelas IV belum pernah menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token Arends dalam pembelajaran PKn. Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran cenderung menggunakan cara lama yaitu dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Kooperatif Time Token Arends 2) mendeskripsikan penerapan pembelajaran Kooperatif Time Token Arends terhadap peningkatan aktivitas siswa 3) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Kooperatif Time Token Arends terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Jatimulyo 1 Malang pada matapelajaran PKn. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus. Subyek penelitian ini adalah 16 siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dokumentasi dan tes. Adapun teknik untuk menganalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model Kooperatif Time Token Arends pada pokok bahasan globalisasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01. Untuk aktivitas siswa dapat terlihat dari skor rata-rata aktivitas kegiatan siswa disiklus I sebesar 73 5 dan pada siklus II skor rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 81 1. Selain itu keaktifan siswa dapat dilihat saat melakukan diskusi kelompok mengajukan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dari rata-rata hasil belajar pra tindakan yaitu 57 37 dengan ketuntasan belajar kelas 31 25% dan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif time token arends pada siklus I rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 72 12 dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 75%. Sedangkan di siklus II mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar menjadi 76 9 dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 87 5% meskipun ada 2 siswa atau (12 5%) yang belum mencapai ketuntasan belajar secara individu namun untuk ketuntasan belajar kelas sudah mencapai 87 5%. Peneliti menyarankan kepada guru agar menerapkan model pembelajaran kooperatif time token arends pada mata pelajaran PKn dengan kompetensi yang lain. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian lain sebagai bahan bandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.