Skripsi
Makna pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosio emosi anak di PAUD Taman Ceria Karangkates / Indah Tri Widiana
Abstrak
Kata Kunci pola asuh orang tua perkembangan emosi anak. Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak. Dalam kehidupan anak tentunya keluarga merupakan tempat yang sangat vital. Anak-anak memperoleh pengalaman pertamanya dari keluarga. Dalam keluarga peranan orang tua sangatlah penting. Mereka merupakan model bagi anak. Ketika orang tua melakukan sesuatu anak-anak akan mengikuti prang tua mereka. Hal ini disebabkan anak dalam masa meniru. Orang tua yang satu dengan orang tua yang lainnya dalam mendidik anak-anak tentunya juga berbeda. Mereka mempunyai suatu gaya atau tipe-tipe tersendiri. Dan tentunya gaya-gaya tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Terutama perkembangan sosio-emosinya. Untuk itu fokus penelitian ini adalah bagaimana karakteristik pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anak Bagaimana perkembangan emosi anak dari pengaruh pola asuh orang tua serta bagaimanakah makna pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosi anak. Untuk mendukung kegiatan tersebut maka penulis juga memberikan kajian teori tentang hakekat keluarga hakekat pola asuh orang tua perkembangan emosi anak serta makna pola asuh orang tua terhadap perkembangan emosi anak. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dimana dalam penelitian ini mengutamakan kata-kata dalam pelaporannya. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak-anak PAUD Taman Ceria Karangkates yang berjumlah 4 anak. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Sistem keabsahan data yang digunakan adalah trianggulasi. Hasil dari penelitian ini adalah dari subyek pertama ditemukan bahwa orang tua dari subyek pertama cenderung bersikap otoriter hal ini mempengaruhi perkembangan emosinya anak pada subyek pertama mudah marah mudah cemburu dll. Pada subyek kedua orang tua cenderung bersikap permisif hal ini mengakibatkan anaknya sulit bersosialisasi sulit berkonsentrasi serta sulit mengendalikan emosinya dan semaunya sendiri. Pada subyek ketiga orang tua cenderung bersikap demokratis mengakibatkan anaknya mudah mengendalikan emosinya dan pada subyek yang keempat orang tua sering mengancam anak dan memaksa anaknya untuk melakukan kemauan orang tua hal ini mengakibatkan bahwa anak menjadi anak yang penakut pendiam tetapi disiplin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua sangat mempengaruhi perkembangan anak terutama perkembangan emosi anak-anak. Hal ini disebabkan orang tua merupakan model bagi anak serta pada masa anak-anak mereka masih berada dalam fase meniru. Dan yang paling sering ditiru anak adalah orang tuanya. Adapun saran dari peneliti adalah Kepada orang tua hendaknya kita menjadi seseorang yang bisa menerima emosi-emosi anak Dan kita harus mengajari anak-anak kita bagaimana emosi yang baik dan bagaimana emosi yang harus kita kendalikan. Dengan begitu emosi-emosi anak kita dapat terbentuk dengan baik. Bagi sekolah PAUD hendaknya sekolah mempunyai program parenting agar orang tua bisa mengerti tentang perkembangan anak dan bagaimana cara mengembangkannya.Bagi Institusi terkait (Dinas Pendidikan) hendaknya memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada orang tua agar mengerti tentang pola asuh yang bermakna terhadap perkembangan anak. Bagi peneliti lanjutan dari hasil yang diperoleh peneliti diharapkan untuk memperdalam lagi tentang makna pola asuh terhadap perkembangan-perkembangan yang lainnya. Serta memperlebar lagi daerah penelitian. Sehingga diperoleh data yang lebih sempurna.