Skripsi
Peningkatan kualitas belajar bercerita dengan sandiwara boneka pada kelompok A TK ABA Fajar Harapan Gondanglegi / Titik Boyong Riwayati
Abstrak
Kata Kunci Kualitas Belajar Bercerita Sandiwara Boneka TK Penelitian ini berlatar belakang rendahnya kemampuan bercerita secara sederhana pada kelompok A TK ABA Fajar Harapan Gondanglegi. Guru belum memberikan media yang tepat dalam mengembangkan kemampuan bercerita secara sederhana. Disamping itu juga keberanian ketertarikan kemauan anak untuk menceritakan kembali dalam kegiatan bercerita masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam bercerita dengan sandiwara boneka di TK ABA Fajar Harapan Gondanglegi yang ditandai dengan pemanfaatan sandiwara boneka. Peningkatan keberanian ketertarikan dan kemauan anak dalam bercerita. Untuk mencapai tujuan diatas penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model guru sebagai peneliti. Peneliti dibantu guru pendamping kelompok A Taman Kanak-kanak ABA Fajar Harapan Gondanglegi sebagai kolaborator mulai dari tahap proses identifikasi masalah perencanaan tindakan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sandiwara boneka dapat meningkatkan kemampuan bercerita secara sederhana di TK ABA Fajar Harapan Gondanglegi. Peningkatan kualitas belajar ditandai dengan pemanfaatan sandiwara boneka di TK ABA Fajar Harapan Gondanglegi sesuai desain yang disusun oleh peneliti dan guru pedamping sebagai kolaborator. Disamping itu pemanfaatan sandiwara boneka di TK ABA Fajar Harapan Gondanglegi dapat meningkatkan (1) keberanian anak untuk maju kedepan kelas (2)ketertarikan anak dalam mendengarkan cerita (3) kemampuan anak dalam bercerita. Bercerita dengan memanfaatkan sandiwara boneka anak sangat berani untuk bercerita di depan kelas kemampuan anak dalam bercerita juga meningkat ketertarikan anak juga meningkat sehingga anak dalam bercerita tidak banyak yang bergurau dengan temannya karena guru dalam membelajarkan anak lebih banyak anak praktek melalui sandiwara boneka sehingga pembelajaran lebih terpusat pada anak. Tidak hanya anak disuruh mendengarkan cerita saja dan di ceritakan kembali tanpa menggunakan alat peraga yang menarik bagi anak. Disarankan bahwa dalam meningkatkan kemampuan bercerita secara sederhana guru kelompok A TK ABA Fajar Harapan Gondanglegi memanfaatkan sandiwara boneka. Hasil penelitian ini sangat mungkin diterapkan di TK lain jika kondisinya relative sama atau mirip dengan sekolah yang menjadi latar penelitian ini. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memanfaatkan sandiwara boneka pada upaya peningkatan kemampuan lainnya