Tugas Akhir
Studi evaluasi pelaksanaan pekerjaan lapisan pondasi pada pembangunan jalan Babat-Bojonegoro; Padangan-Bojonegoro / Kurnia Novian Firmansyah
Abstrak
Kata kunci Evaluasi Pelaksanaan Lapisan Pondasi dan Jalan Jalan raya merupakan salah satu sarana transportasi yang memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas dan lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Lapisan pondasi jalan ini sebagai struktur utama dalam menopang beban dari kendaraan. Tujuan studi lapangan ini adalah (1) Mengetahui hasil uji material di lapangan dan pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi jalan (2) Mengetahui perbedaan volume tebal padat rencana dan pelaksanaan lapisan pondasi jalan pada pembangunan jalan Babat-Bojonegoro Padangan-Bojonegoro. Pada studi ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan jalan khususnya pekerjaan lapisan pondasi. Metode pengumpulan data dengan observasi lapangan wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan memeriksa kelengkapan data. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan kajian pustaka sehingga dapat diambil kesimpulan dan saran. Hasil dari studi lapangan diketahui bahwa urutan pelaksanaan pekerjaan adalah sebagai berikut (1) persiapan pengerjaan lapis pondasi dengan pengukuran memberi tanda batas pada jalan yang akan direkonstruksi dan pengaturan lalu lintas (2) pembongkaran rekondisi jalan dan pemadatan lapisan tanah dasar bisa dilaksanakan jika persiapan sudah selesai (3) penghamparan dan pemadatan agregat kelas B yang dilakukan dalam 2 layer dan dilakukan sand cone test tiap layernya (4) Setelah pekerjaan agregat B dilakukan dapat diteruskan pengerjaan agregat kelas A dan sand cone test (5) Kepadatan masing-masing lapis pondasi juga telah memenuhi syarat kepadatan yang ditentukan yaitu 100% dan pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi sesuai dengan spesifikasi teknik. Pada pekerjaan agregat kelas B dilapangan terjadi perbedaan volume ketebalan yang tidak sesuai dalam gambar bestek tetapi masih dalam batas toleransi yang tertuang di spesifikasi teknik. Berdasarkan hasil studi lapangan dapat disarankan untuk melakukan pengawasan yang lebih teliti pada saat pelaksanaan pekerjaan dan material yang dipesan sehingga didapatkan kualitas lapisan yang maksimal.