Skripsi
Keefektifan bibliokonseling untuk mengembangkan kesadaran akan kejujuran siswa SMP / Ika Nofiyanti
Abstrak
Kata Kunci Kejujuran Kesadaran Akan Kejujuran Bibliokonseling. Indonesia sedang dihadapkan pada persoalan moral yang sangat serius. Pergeseran orientasi kepribadian yang mengarah pada berbagai perilaku amoral sudah demikian jelas dan tampak terjadi di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Salah satunya adalah ketidakjujuran yang dapat dilihat hampir setiap tahun adalah masalah kecurangan UAN. Tidak hanya masalah Ujian namun ketidakjujuran berimbas pada situasi yang lebih besar yaitu maraknya kasus korupsi yang berawal dari ketidaksadaran individu untuk melakukan kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan bibliokonseling untuk mengembangkan kesadaran akan kejujuran siswa SMP. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMP. Bibliokonseling adalah salah satu teknik yang digunakan dalam proses bimbingan dan konseling. Konsep bibliokonseling adalah dengan menggunakan bahan bacaan sebagai media untuk mencapai suatu tujuan yaitu mengembangkan kesadaran akan kejujuran. Dalam penelitian ini teknik bibliokonseling yang digunakan adalah menggunakan cerita pendek sebagi media. Adapun tahaptahapnya adalah dengan membagikan cerita pendek refleksi isi dan refleksi diri pengembangan komitmen uji coba komitmen dan refleksi pengalaman. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest. Dari analisis data dapat diketahui bahwa bibliokonseling efektif untuk mengembangkan kesadaran akan kejujuran siswa SMP. Oleh sebab itu diajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut (1) Dalam mengaplikasikan teknik ini konselor harus mempersiapkan bacaan yang sesuai dengan usia kelompok eksperimen cerita harus menarik serta waktu pelaksanaan kegiatan bibliokonseling harus kontinyu (2) Diharapkan menggunakan analisis data time series agar pengontrolan kenaikan kesadaran akan kejujuran untuk setiap treatment lebih mudah dilihat. Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya peneliti menggunakan kelompok kontrol dan menyiapkan pertanyaan refleksi yang lebih mendalam dan kritis sebagai stimulus untuk siswa.