Skripsi
Keterlibatan orang tua dalam perkembangan multiple intelligences anak usia dini (studi kasus di PAUD Tunas Harapan Karang Duren Pakisaji Malang) / Merdi Ana Duhita Rahayu
Abstrak
Kata Kunci keterlibatan orang tua perkembangan multiple intelligences anak. Teori multiple intelligences (MI) memberikan landasan yang kuat untuk mengidentifikasi dan mengembangkan spektrum kemampuan yang luas di dalam diri setiap anak. Gardner memaparkan 7 kecerdasan yang menunjukan kopetensi intelektual yang berbeda yang terdiri dari kecerdasan linguistik logikamatematika gerakan-badan ruang musik antar pribadi dan intra pribadi. Berkaitan dengan hal itu PAUD Tunas Harapan mengupayakan agar MI berkembang secara optimal. Keterlibatan pihak orang tua dan keluarga diperlukan dalam proses pembelajaran anak usia dini. Namun keterlibatan orang tua yang berlebihan terhadap anak pada saat pembelajaran di kelas seharusnya tidak dilakukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan beberapa hal yang mencangkup pemahaman orang tua terhadap kegiatan pengembangan MI anak keterlibatan orang tua di sekolah dalam pembelajaran di kelas dan alasan yang menyebabkan terjadinya keterlibatan dari orang tua di PAUD Tunas Harapan. Penelitian ini mengunakan pendekatan penelitian kualitatif dan dengan jenis penelitian studi kasus dalam bentuk deskripsi. Metode yang dipakai adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data melaksanakan display data mengambil kesimpulan/ verifikasi. Hasil analisis data tersebut diperoleh tiga simpulan hasil sebagai berikut. (1) Masalah pemahaman orang tua terhadap kegiatan pengembangan MI anak masih kurang tetapi orang tua memiliki pemahaman kegiatan yang dilaksanakan di PAUD Tunas Harapan baik karena memiliki manfaat pada anak terutama bagi perkembangan anak di masa depan. (2) Masalah keterlibatan orang tua dalam perkembangan MI anak usia dini terlihat jelas dalam proses pembelajaran di kelas. Keterlibatan orang tua saat pembelajaran di kelas sedang berlangsung dirasa kurang tepat mengingat hak dan kewajiban masing-masing antara orang tua dan guru. Sehingga dapat disimpulkan 1) keterlibatan orang tua tidak sesuai dengan hak dan kewajiban yang seharusya dilakukan oleh orang tua seperti yang tercantum dalam Undang-undang sisdiknas No. 20 tahun 2003 pasal 7. 2) kepala PAUD kurang menjalankan fungsinya sebagai pimpinan dalam hal ketegasannya menetapkan aturan-aturan terutama aturan mengenai keterlibatan orang tua selama pembelajaran di kelas sedang berlangsung. (3) Masalah alasan orang tua ikut terlibat dalam pembelajaran di kelas adalah orang tua ingin selalu membantu serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Faktor yang mempengaruhi adalah 1) hubungan antar pribadi yang menyenangkan 2) metode melatih anak 3) peran yang dini 4) struktur keluarga dimasa kanak-kanak 5) rangsangan lingkungan (external factor). Orang tua telah berupaya member stimulasi dalam membantu perkembangan anaknya namun semua itu tergantung pada anak apakah anak memiliki keinginan atau tidak (internal factor). Sehingga di perlukan adanya penanganan khusus terhadap anak yang menunjukan sedikit penyimpangan dari perkembangan normalnya dilihat dari tahapan usia anak. Saran penelitian (1) Bagi orang tua atau masyarakat Hendaknya selalu meningkatkan pengetahuan maupun informasi yang terkait dengan peran orang tua serta pengembangan MI anak baik melalui keaktifan membaca majalah PAUD maupun dari media massa. (2) Bagi pengelola PAUD Tunas Harapan Hendaknya memberikan bimbingan pengasuhan anak pada orang tua melalui parenting education selalu meningkatkan mutu kualitas mengajar mengoptimalkan fungsi dan peran sebagai guru dengan baik melakukan perbaikan terhadap manajemen pengelolaan lembaga serta meningkatkan hubungan kerjasama antara lembaga pendidikan PAUD dengan orang tua terutama dalam menyamakan pemahaman mengenai pengasuhan di rumah dan pembelajaran di PAUD. (3) Bagi Lembaga PLS Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam memberikan kebijakan pengelolaan PAUD. (4) Bagi Peneliti selanjutnya Hendaknya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode kuantitatif tentang anak terkait dengan PAUD terutama mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak usia dini.