UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Studi tentang perbedaan wujud wayang kulit purwa gaya Surakarta dengan wayang kulit purwa gaya Yogyakarta pada tokoh Anoman / Khoiron Mahfudzi

Mahfudzi, Khoiron - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci studi perbedaan wujud wayang kulit purwa tokoh Anoman Wayang adalah salah satu unsur kebudayaan Indonesia yang mengandung nilai-nilai seni pendidikan dan nilai pengetahuan yang tinggi Wayang kulit adalah salah satu kesenian yang berasal dari Suku Jawa dan merupakan salah satu seni pertunjukkan yang paling tua. Pada penelitian ini peneliti akan membandingkan dua obyek gaya wayang kulit purwa yaitu wayang kulit purwa gaya Surakarta dan gaya Yogyakarta pada tokoh Anoman. Dipilihnya kedua gaya tersebut karena kedua daerah memiliki kultur yang hampir sama tetapi memiliki perbedaan yang cukup menonjol pada wujud wayang kulitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan wujud antara wayang kulit purwa gaya Surakarta dengan wayang kulit purwa gaya Yogyakarta pada tokoh Anoman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan dalang dan budayawan sebagai narasumber. Penelitan dilakukan di rumah Ki Yul Ardhiantono di Jl. Raya Telogomas gang II No. 48 A Malang yang merupakan seorang dalang dan sebagai narasumber dalam penelitian ini. Perbedaan wayang gaya Surakarta dan gaya Yogyakarta pada tokoh Anoman yang paling menonjol terletak pada bentuk mata pada gaya Surakarta wayang bermata satu sedangkan gaya Yogyakarta bermata dua. Hal lain yang dapat dicermati adalah wayang Anoman gaya Yogyakarta terkesan lebih menunduk dengan pundak bagian belakang yang lebih naik ke atas sedang wayang Anoman gaya Surakarta yang terlihat lebih mendangak namun pundak belakangnya terlihat datar sehingga gelung supit urangnya terlihat lebih tinggi. Hal lain yang sering kita jumpai adalah adanya kalung atau ulur-ulur yang sering kita jumpai pada wayang-wayang Anoman dari Surakarta sedangkan dari Yogyakarta terlihat lebih sederhana dan sangat jarang di jumpai wayang Anoman dengan kalung ataupun ulur-ulur terkadang wayang Anoman gaya Yogyakarta memakai kalung tanaman rambat. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa banyak sekali keragaman kebudayaan di Jawa meskipun berada dalam satu lingkup daerah contohnya Surakarta dan Yogyakarta. Selain itu disarankan bagi para peneliti kedepanya agar lebih mengutamakan penelitian mengenai kebudayaan Indonesia sehingga dapat memberikan ruang bagi umum untuk lebih mengerti tentang kebudayaan murni Indonesia.


Informasi Detail
DDC
Rs 791.53 MAH s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Seni Rupa, 2011.
Deskripsi Fisik
xi, 146 + [3] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01724/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. WAYANG KULIT - ATRIBUT
Pembimbing
1. MISTARAM ; 2. IKE RATNAWATI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik