Skripsi
Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 8 Malang dengan pembelajaran kooperatif tipe think pair square share / Yuniar Ika Putri Pranyata
Abstrak
Kata kunci kemampuan pemecahan masalah pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square Share Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang strategis untuk mengetahui kompetensi siswa dalam menerapkan 4 tahapan pemecahan masalah. Masalah yang dimaksudkan adalah suatu persoalan matematika dengan penyelesaian yang beragam dan memuat empat tahap pemecahan masalah yaitu memahami merencanakan menyelesaikan dan mengecek solusi yang didapatkan. Menurut tes kemampuan awal yang dilakukan di SMP Negeri 8 Malang sebagian besar siswa kelas VIII E memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lemah ditunjukkan dengan skor tes yang rendah. Think Pair Square Share adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif dengan tingkat berpikir yang bertahap sehingga dapat mengakomodasi siswa untuk berpikir secara mandiri memahami masalah sampai pada tahap mengkomunisasikan rencana dan solusi dari permasalahan pada teman atau guru. Proses pembelajaran menuntut siswa untuk dapat menyelesaikan masalah secara individu dan secara kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan guru dalam langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square Share yang meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 8 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2011 dengan materi pembelajaran lingkaran. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan guru dalam langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe think pair square share yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah (1) guru mengelompokkan siswa dengan kemampuan yang heterogen menurut hasil tes kemampuan awal langkah ini dapat meningkatkan sikap siswa saat merencanakan solusi (2) tahap think guru memberikan suatu permasalahan dalam bentuk LKS dan meminta siswa mengerjakan secara individu. Guru menekankan kepada siswa untuk mengerjakan sendiri dengan membuka buku sumber. Langkah ini terbukti meningkatkan sikap siswa dalam memahami permasalahan (3) tahap pair guru meminta siswa berdiskusi untuk bertukar ide dengan teman sebangku. Guru mengarahkan pasangan siswa untuk bekerjasama secara positif guna merencanakan penyelesaian masalah (4) tahap square guru meminta siswa berdiskusi tetapi dengan pasangan lain sehingga membentuk kelompok berempat. Guru membimbing kelompok siswa yang masih belum bisa memecahkan masalah. Tahap ini meningkatkan sikap penyelesaian masalah siswa (5) tahap share guru meminta siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dilakukan. Siswa lain diminta guru berperan menjadi pengamat serta penanya guna memperoleh solusi yang paling efektif dan benar. Siswa yang aktif dan kooperatif akan mendapat penghargaan berupa tambahan nilai. Penambahan kuantitas soal pemecahan masalah dan pengkonstruksian materi yang jelas akan mempermudah siswa untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.