Skripsi
Studi tentang hasil gambar anak tuna grahita pada pembelajaran seni budaya di SLB-C Pembina Malang / Ika Hendrati
Abstrak
Kata Kunci hasil gambar tuna grahita SLB Pembina Malang. Setiap anak harus mendapatkan pendidikan yang layak karena merupakan tulang punggung negara. Terdapat anak yang lahir dengan hambatan perkembangan bahasa interaksi sosial dan intelegensi yang memiliki kecerdasan dibawah rata-rata yaitu anak tuna grahita. SLB-C Pembina Malang merupakan lembaga pendidikan khusus yang menangani pendidikan bagi anak tuna grahita. Menggambar selain sebagai media ekspresi emosi anak juga sebagai media terapi serta melatih koordinasi mata dan tangan pada anak tuna grahita. Karena menggambar adalah kegiatan merealisasikan pengalaman mental dan intelektual dan terkait dengan persepsi terhadap lingkungan sekitar maka dilakukan penelitian terhadap visualisasi gambar anak tuna grahita pada pembelajaran Seni Budaya berdasarkan corak garis corak bentuk corak warna gaya gambar dan tema gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil gambar anak tuna grahita di SLB-C Pembina Malang berdasarkan corak garis corak bentuk corak warna gaya gambar dan tema gambar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan data dengan cara observasi wawancara dan dokumentasi hasil gambar anak tuna grahita di tingkat SD SMP dan SMA dengan jumlah 30 orang anak. Analisa data melalui tahap (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi data. Tahap pengecekan keabsahan data dengan Trianggulasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai corak garis pada gambar anak SD SMP dan SMA cenderung menggunakan garis nyata kaligrafis garis semu struktural dan bentuk lengkung. Namun ditemukan garis imajiner pada gambar anak SD yang terbentuk dari hubungan antar objek yang berulang. Kedua corak bentuk pada anak tuna grahita SD cenderung non geometris dan berupa perulangan bentuk. Sedangkan pada anak SMP dan SMA bentuk geometris dan non geometris cenderung seimbang. Ketiga corak warna pada gambar anak SD SMP dan SMA cenderung menggunakan warna primer dan sekunder. Pada anak SD warna lebih subjektif dan warna cenderung mencolok sedangkan pada anak SMP dan SMA warna lebih objektif dan mencerminkan warna dari objek aslinya. Keempat gaya gambar pada gambar anak SD cenderung rhythmical pattern sedangkan pada gambar anak SMP dan SMA cenderung lyrical. Kelima. tema hasil gambar anak SD cenderung bertema pemandangan dan bangunan gambar anak SMP cenderung bertema pemandangan sedangkan gambar anak SMA cenderung bertema bangunan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan penelitian lebih dalam tentang gambar anak tuna grahita dan penggunaan variasi media dalam proses pembelajaran menggambar.