Skripsi
Penerapan pembelajaran CTL model role playing untuk meningkatkan kemahiran berbicara bahasa Arab siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri Malang II Batu / Ary Utami
Abstrak
Kata Kunci CTL role playing keterampilan berbicara MAN Malang II Batu. Pendekatan kontekstual merupakan suatu konsep belajar dengan menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Kaitannya dengan belajar Bahasa Arab adalah membantu siswa untuk menemukan makna pentingnya bahasa Arab dalam kehidupannya sehingga ia merasa memerlukan bahasa tersebut untuk hidup sosial dan memperoleh harga dirinya yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Pembelajaran bahasa Arab di MAN Malang II masih didominasi dengan metode ceramah (classical). Pembelajaran bahasa Arab (PBA) dengan metode ceramah membuat siswa merasa bosan dan jenuh sehingga guru dituntut untuk menggunakan metode yang lebih bervariasi agar siswa lebih termotivasi dan antusias dalam belajar bahasa Arab. Metode tersebut berupa pembelajaran CTL model role playing untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif berupa nilai/skor hasil belajar siswa selama berlangsungnya pembelajaran CTL model role playing yang diterapkan oleh peneliti. Dan data kualitatif berupa aktivitas guru dan siswa dalam proses pengajaran bahasa Arab menggunakan pembelajaran CTL model role playing untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa. Data penelitian ini sebagai berikut penilaian pre tes penilaian dari aspek kognitif afektif dan psikomotorik. Data diperoleh dari siswa dan guru bahasa Arab MAN Malang II BATU. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi wawancara dan tes. Teknik analisi data dilakukan dengan (1) mereduksi data (2) menyajikan data dan (3) mengambil kesimpulan kemudian direvikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran bahasa Arab dengan pembelajaran CTL model role playing dilakukan dengan menyiapkan RPP lembar observasi guru dan siswa rubrik penilaian kognitif untuk keterampilan berbicara siswa. Setelah diterapkan pembelajaran CTL model role playing untuk kemampuan berbicara siswa mengalami peningkatan yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian keterampilan berbicara siswa pra tindakan 186 dengan persentase 55 35%. Pada siklus I mendapatkan nilai 226 dengan persentase 67 26% kemudian siklus II mendapatkan nilai 250 dengan persentase 74 40%. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti menyarankan kepada kepala sekolah untuk mensosialisasikan pembelajaran CTL model role playing kepada semua guru MAN Malang II tanpa terkecuali agar menerapkan pembelajaran CTL model role playing di kelas masing-masing pada saat KBM berlangsung. Bagi guru mitra dapat menjadikan pembelajaran CTL model role playing ini sebagai model pembelajaran ketika mengajar pelajaran bahasa Arab di kelas agar siswa tidak merasa bosan. Model pembelajaran ini khususnya dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan siswa tidak hanya memperoleh keterampilan berbicara saja tetapi juga memperoleh pengalaman baru ketika memerankan sebagai tokoh. Diharapkan untuk peneliti yang mengadakan penelitian sejenis lebih memperluas cakupannya dengan mengembangkan materi yang diajarkan dengan waktu yang lebih lama agar hasil penelitiannya jauh lebih sempurna yang nantinya bisa dijadikan masukan bagi guru-guru bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di kelas.