Skripsi
Penerapan model pakem untuk peningkatan kualitas pembelajaran IPS kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Emi Zamzami
Abstrak
Kata Kunci model PAKEM kualitas pembelajaran IPS SD Berdasarkan observasi awal pada pembelajaran IPS kelas V di SDN Tegalweru diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan lemahnya kualitas pembelajaran IPS di kelas V. Permasalahan tersebut antara lain rendahnya aktivitas belajar siswa ditandai dengan siswa kurang berperan aktif dalam kegiatan belajarnya pembelajaran yang kurang menarik dan membosankan serta diperolehnya hasil belajar siswa sangat rendah. Hal ini disebabkan karena pembelajaran masih bersifat teacher centered yaitu guru lebih sering menggunakan metode ceramah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu perlu memilih model pembelajaran yang tepat. Salah satunya dengan menerapkan model PAKEM. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model PAKEM pada mata pelajaran IPS pokok bahasan keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia kelas V SDN Tegalweru Malang (2) mendeskripsikan peningkatan kualitas pembalajaran IPS pokok bahasan keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia siswa kelas V SDN Tegalweru Malang melalui model PAKEM. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan pelaksanaan tindakan dan observasi refleksi dan rencana perbaikan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tegalweru yang berjumlah sebanyak 29 siswa. Instrumen yang digunakan adalah observasi wawancara dan tes. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PAKEM dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS siswa kelas V SDN Tegalweru. Hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil belajar siswa yang terus meningkat. Dari rata-rata hasil belajar sebelumnya hanya sebesar 63 55 meningkat menjadi 74 48 pada siklus I dan 83 21 pada siklus II. Sedangkan peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 8.63% (visual activities) 29.31% (oral activities) 13.80% (listening activities) 6.90% (writing activities) 6 92% (motor activities) 20 69% (mental activities) dan 12.07% (emotional activities). Pada siklus II ketuntasan belajar mencapai diatas 75 % sehingga siklus dihentikan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar guru dapat menerapkan dan mengembangkan model PAKEM pada pokok bahasan yang lain atau pada tingkatan kelas yang lain dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di SD dan untuk penelitian selanjutnya hendaknya dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada sehingga pembelajaran diharapkan berjalan seoptimal mungkin.