UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Problemtika pelestarian wayang kulit di kalangan generasi muda (studi kasus di Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri) / Mifdal Zusron Alfaqi

Alfaqi, Mifdal Zusron - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci Problematika Pelestarian Wayang Kulit Generasi muda Melestarikan kebudayaan perlu dan mendesak di lakukan sebab kebudayaan merupakan ciri dari suatu bangsa. Salah satu yang perlu di lestarikan adalah wayang kulit. Dalam melestarikan wayang kulit memiliki banyak sekali problematika yang terjadi khususnya di kalangan generasi muda. Maka dari itu penulis ingin mencari apa yang menjadikan problematika dalam melestarikan wayang kulit di kalangan generasi muda. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Sejarah wayang kulit (2) Kronologis pertunjukan kesenian wayang kulit (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian wayang kulit (4) Pelestarian wayang kulit di Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri (5) Problematika pelestarian wayang kulit di kalangan generasi muda. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif informan terdiri dari pemerintah Kecamatan Ringinrejo dalang wayang kulit dan generasi muda lima desa yang ada di Kecamatan Ringinrejo yaitu Desa Jemekan Desa Susuh Bango Desa Selodono Desa Dawung dan Desa Ringinrejo. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data tema kultural (componential analysis). Untuk menjamin keabsahan data yang ditemukan peneliti melakukan pengecekan keabsahan data sebagai berikut (1) Ketekunan pengamatan (2). Triangulasi. Hasil penelitian dapat di deskripsikan sebagai berikut (1) Sejarah wayang kulit ada dua versi. Versi yang pertama yaitu wayang kulit merupakan sebuah kebudayaan dan kesenian yang berasal dari India. Versi ini tokoh-tokoh dalam wayang kulit adalah Ramayana dan Mahabarata. Versi yang ke dua adalah wayang kulit berasal dari Indonesia khususnya Jawa wayang kulit dari jawa ini di ciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk di jadikan alat penyebaran agama Islam. tokoh-tokoh yang ada dalam wayang kulit di tambahkan tokoh punokawan Semar Petruk Gareng Bagong serta Limbuk dan Cangek. (2) Kronologis pertunjukan kesenian wayang kulit melalui tiga tahapan a. Pathet Nem (Jejer) b. Pathet Nyanga c. Pathet Manyuro. (3) Nilai-nilai wayang kulit sangatlah kaya a. Nilai gotong royong b. Nilai kebersamaan dan kesatuan c. Nilai budi pekerti d. Nilai kesenian e. Nilai pendidikan f. Nilai politik g. Nilai tanggung jawab h. Nilai kemandirian. (4) Pemerintah dan para pelaku pelestarian (dalang) berusaha untuk melestarikan wayang kulit dengan sering di gelarnya pertunjukan wayang kulit terutama pada hari-hari besar. (5) Problematika pelestarian wayang kulit terkendala masalah mendasar a. Generasi muda tidak faham dengan cerita yang di bawakan oleh dalang. b. Generasi muda tidak faham dengan bahasa yang di gunakan dalang. c. Generasi muda merasa jenuh atau bosan di karenakan wayang kulit yang kurang terpadu dengan kebudayaan modern. d. Waktu pertunjukan wayang kulit yang lama. e. Generasi muda beranggapan wayang kulit merupakan kebudayaan yang kuno. f. Generasi muda kurang mengenal dan mengerti tentang wayang kulit. g. Belum adanya perkumpulan dalang wayang di Kecamatan Ringinrejo dan sampai sekarang perkumpulan dalang langsung di bawah PEPADI sehingga kurang terjalinnya hubungan antara pelaku pelestarian di Kecamatan Ringinrejo. Berdasarkan hasil penelitian disarankan sebagai berikut a. Dalang lebih mendekatkan wayang kulit dengan generasi muda. b. Pemerintah Kecamatan Ringinrejo sebagai lembaga tertinggi harus mendorong dan memfasilitasi para pelaku pelestarian wayang kulit. c. Perkumpulan dalang perlu di adakan di Kecamatan Ringinrejo. d. Sering di adakannya pagelaran wayang. e. Bahasa pada wayang kulit di padukan dengan bahasa Indonesia ada perpaduan kebudayaan lama dengan yang baru. Sehingga adanya sebuah pembaharuan wayang kulit tanpa mengurangi nilai-nilai lakon cerita wayang kulit.


Informasi Detail
DDC
Rs 791.53 ALF p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2011.
Deskripsi Fisik
viii, 73 + [12] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01801/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. WAYANG KULIT - PELESTARIAN
Pembimbing
1. SUWARNO WINARNO ; 2. SUPARLAN AL HAKIM
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik