Skripsi
Pelaksanaan komunikasi politik dalam kampanye pemilihan ketua badan eksekutif mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang / Devi Tri Anita
Abstrak
Kata kunci komunikasi politik BEM komunikator sasaran isi pesan media lokasi proses kampanye sikap Komunikasi politik telah ditanamkan melalui jalur-jalur pendidikan. Di Universitas Negeri Malang penanaman pendidikan politik tidak hanya dilaksanakan melalui teori-teori dalam perkuliahan namun melalui kegiatan dalam Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPM) sebagai miniatur organisasi negara. Kegiatan politik dalam pemilihan ketua OPM yang dalam hal ini adalah BEM tidak lepas dari adanya komunikasi politik yang salah satu bentuknya adalah berupa kampanye. Sebagai bentuk komunikasi poltik kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial tentunya harus memenuhi unsur-unsur yang ada di dalam komunikasi politk yaitu unsur komunikator politik pesan politik media politik dan sasaran politik. Dari komunikasi poltik tersebut akan timbul tanggapan atau sikap dari komunikan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan penentuan komunikator dalam pelaksanaan kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial (2) untuk mendeskripsikan penentuan sasaran pelaksanaan kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial (3) untuk mendeskripsikan penentuan isi/pesan kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial (4) untuk mendeskripsikan penggunaan media dalam pelaksanaan kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial (5) untuk mendeskripsikan penentuan lokasi kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial (6) untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial (7) untuk mendeskripsikan sikap mahasiswa terhadap kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan sebagai instrument aktif dalam mengumpulkan data-data di lapangan mengenai pelaksanaan komunikasi politik melalui kampanye pemilihan ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Prosedur pengumpulan data meliputi tahap memasuki lokasi tahap ketika di lokasi dan tahap pengumpulan data yang terdiri dari observasi partisipan wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperloleh dari penelitian ini adalah (1) Penentuan komunikator kampanye terdiri dari tahap penentuan persyaratan pendaftaran dan penentuan calon yang lulus persyaratan administrasi. Komunikator dalam kampanye adalah pasangan calon ketua BEM dalam kampanye lisan dan pasangan calon ketua BEM dibantu 3 tim sukses dalam kampanye tulis. Penentuan calon ketua BEM ini berarti telah memenuhi salah satu unsur komunikasi politik yaitu komunikator (2) yang menjadi sasaran kampanye adalah mahasiswa yang masih aktif sebagai mahasiswa FIS. Sehingga penentuan sasaran bagi pelaksanaan kampanye ketua BEM FIS ini berarti telah memenuhi salah satu unsur komunikasi politik yaitu unsur komunikan (3) Penentuan isi atau pesan kampanye adalah oleh DMF dan KPU FIS melalui rapat anggota dan disahkan oleh pembantu dekan FIS. Penentuan isi kampanye ini telah memenuhi unsur komunikasi politik yaitu unsur isi atau pesan (4) Media kampanye langsung dilakukan secara lisan dengan media pengeras suara (microphone) dan yang kampanye tidak langsung (tulis) menggunakan media berupa pamflet. Sehingga dengan adanya media tersebut telah memenuhi salah satu unsur komunikasi politik yaitu unsur media (5) Lokasi kampanye tulis ditempelkan di mading-mading jurusan geografi sejarah dan jurusan Hukum dan Kewarganegaraan yaitu di gedung I3 I4 dan I5 dan di mading Fakultas. Dan untuk kampanye lisan dilaksanakan areal parkir gedung I.5 atau di teras depan Fakultas Ilmu Sosial (6) Proses penyampaian kampanye ketua BEM berdasarkan pada nomor urut calon. Materi kampanye adalah berupa penyampaian visi dan misi ketua BEM FIS. Maksimal 2 mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya kepada masing-masing calon dan kandidat diberi kesempatan untuk menjawabnya. Sedangkan kampanye tulis menggunakan media berupa pamflet berukuran A4 yang dipasang di mading jurusan dan mading fakultas. Kampanye pemilihan ketua BEM FIS tersebut telah memenuhi unsur dari komunikasi politik yaitu komunikator pesan komunikan media dan sikap mahasiswa (7) Sikap mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang awalnya tidak mengetahui atau tidak mengenal menjadi mengenali pasangan calon ketua BEM sebagai efek sikap dari pelaksanaan kampanye. Dari penelitian ini saran yang diajukan peneliti yaitu Dalam pelaksanaan kampanye khususnya dalam kampanye lisan alangkah lebih baik apabila dalam kampanye tersebut ditambah alokasi waktunya dan dalam pelaksanaan kampanye selain dilakukan secara terbuka hendaknya ada pula kampanye indoor yang dilakukan di kelas. Sehingga mahasiswa lebih menangkap materi visi dan misi yang disampaikan oleh kandidat dengan baik dan dalam melaksanakan tanya jawab akan bisa lebih maksimal.