Skripsi
Perbedaan prestasi belajar matematika dengan pembelajaran geometri Van Hiele dan konvensional pada materi kubus dan balok kelas VIII SMP Negeri 2 Malang / Sriningsih
Abstrak
Kata Kunci prestasi belajar pembelajaran geometri van Hiele pembelajaran konvensional kubus dan balok Geometri merupakan salah satu cabang matematika yang penting untuk dipelajari. Menurut Standar Isi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar salah satu materi geometri yang diajarkan pada siswa SMP atau MTs kelas VIII adalah kubus dan balok. Hasil wawancara dengan salah satu guru matapelajaran matematika SMP Negeri 2 Malang diperoleh informasi bahwa prestasi belajar geometri menempati posisi yang paling rendah terutama materi bangun ruang termasuk kubus dan balok. Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran matematika yang sering diterapkan di SMP Negeri 2 Malang adalah pembelajaran konvensional yang pelaksanaanya lebih banyak menggunakan ceramah. Pembelajaran konvensional tidak memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa sehingga mengakibatkan siswa mengalami kesulitan memahami konsep geometri. Berdasarkan permasalahan tersebut dalam penelitian ini dicobakan pembelajaran yang bisa mengatasi masalah geometri yaitu pembelajaran geometri van Hiele. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika dengan pembelajaran geometri van Hiele lebih baik dibanding dengan pembelajaran konvensional pada materi kubus dan balok kelas VIII SMP Negeri 2 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Rancangan penelitian yang dipilih adalah Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Malang Tahun Ajaran 2010/2011. Pemilihan sampel dilakukan dengan menganalisis data kemampuan awal siswa. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan awal kelas VIII E yang terdiri dari 40 siswa terpilih sebagai kelompok kontrol dan kelas VIII F yang terdiri dari 38 siswa terpilih sebagai kelompok eksperimen karena kedua kelas tersebut mempunyai rata-rata kemampuan awal yang sama. Dengan demikian jumlah sampel adalah 78 siswa. Uji prasyarat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata menggunakan uji Anova. Sedangkan uji hipotesisnya menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung ttabel yaitu 3 457 1 658. Jadi hipotesis nol (H0) ditolak dengan kata lain H1 diterima yang berarti prestasi belajar matematika dengan pembelajaran geometri van Hiele lebih baik dibanding dengan pembelajaran konvensional pada materi kubus dan balok kelas VIII SMP Negeri 2 Malang.