Skripsi
Penerapan metode self-pacing dalam pembelajaran bahasa Jerman kelas XI Bahasa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Indah Purnamasari
Abstrak
Kata Kunci keterampilan membaca cepat metode self-pacing. Kemampuan membaca sangat penting dimiliki para siswa yang setiap hari dituntut membaca. Kemampuan membaca adalah kecakapan atau potensi siswa menguasai suatu keahlian yaitu membaca. Melalui pembelajaran membaca siswa diharapkan dapat memberikan tanggapan yang tepat pada informasi yang telah dibaca. Membaca cepat adalah suatu kegiatan membaca dengan mengutamakan kecepatan tanpa meninggalkan pemahamannya. Berdasarkan pengalaman peneliti pada saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Laboratorium UM khususnya di kelas XI Bahasa peneliti melihat minat siswa pada pembelajaran membaca bahasa Jerman kurang. Kurangnya minat baca ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurang tepatnya metode atau strategi yang digunakan guru pada saat pembelajaran membaca. Oleh karena itu peneliti berinisiatif menerapkan metode Self-pacing. Metode Self-pacing adalah salah satu metode yang biasa diterapkan dalam pembelajaran membaca cepat yang bertujuan untuk menumbuhkan kesenangan dan kemauan siswa dalam membaca teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode self-pacing pada pembelajaran keterampilan membaca cepat Bahasa Jerman di SMA Laboratorium UM sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrument penelitiannya adalah lembar tes kuesioner atau angket dan dokumentasi. Subjek penelitiannya adalah siswa SMA Laboratorium UM kelas XI Bahasa tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode self-pacing ini cukup mampu menumbuhkan semangat siswa untuk ikut aktif dalam membaca serta dapat melatih siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca cepatnya tanpa mengabaikan pemahamannya. Berdasarkan hasil tes yang yang telah dilakukan siswa mampu membaca dengan cepat namun nilai yang didapatkan sebagian besar siswa masih berada pada tingkatan nilai C yaitu nilai yang didapatkan antara 101-150 Kpm. Nilai terbaik yang diperoleh siswa yaitu 209 Kpm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan metode self-pacing ini siswa mampu membaca dengan cepat dan mampu menumbuhkan minat siswa. Disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa Jerman untuk dapat menemukan metode pembelajaran lain yang dapat lebih membantu siswa dalam membaca cepat dan tetap memperhatikan ketepatan pengucapan dan intonasi. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yaitu berupa tertariknya siswa pada pembelajaran membaca cepat khususnya dan bahasa Jerman umumnya. Bagi peneliti yang lain diharapkan agar dapat mengembangkan metode self-pacing ini karena peneliti hanya menggunakan metode self-pacing the card dalam penelitian ini maka masih ada empat cara lagi menurut Doyle (2007) yaitu the hand the sweep the hoop dan the zig-zag or loop.