Skripsi
Peningkatan kemampuan kognitif anak dengan pembelajaran permainan sains di kelompok B Taman Kanak-kanak ABA 01 Batu / Afifatu Rohmawati
Abstrak
Kata Kunci Kemampuan Kognitif Pembelajaran Permainan Sains Taman Kanak-kanak Kegiatan pembelajaran bermain sains bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang salah satunya adalah perkembangan kognitif. Kegiatan pembelajaran bermain sains hampir tidak pernah dilakukan dengan bermain sehingga kemampuan kognitif anak kurang berkembang dengan baik. Pembelajaran yang dilakukan di sekolah sebelumnya hanya sebatas dengan pencampuran warna menggunakan krayon dan pewarna saja sehingga pengetahuan keaktifan dan kreatifitas anak kurang berkembang secara maksimal. Dengan diterapkannya pembelajaran permainan sains pada anak kelompok B TK ABA 01 Batu diharapkan kemampuan kognitif anak dapat berkembang lebih cepat dan lebih baik. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran permainan sains di kelompok B TK ABA 01 Batu dan (2) mendiskripsikan peningkatan kemampuan kognitif anak dengan diterapkannya pembelajaran permainan sains di kelompok B TK ABA 01 Batu. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Pada setiap tindakan yang dilakukan meliputi perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Subyek yang digunakan adalah anak-anak di kelompok B TK ABA 01 Batu. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan rata-rata kemampuan kognitif anak pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I aspek perkembangan kognitif anak mencapai nilai rata-rata 76 33% dari nilai perkembangan maksimal yang diharapkan keaktifan anak dalam kegiatan pembelajaran mencapai nilai rata-rata 94 75% dari nilai maksimal yang diharapkan kemampuan anak mengeksplorasikan perasaanya dalam kegiatan bermain mencapai nilai rata-rata 70 3 % dari nilai maksimal yang diharapkan.Sedangkan nilai rata-rata keseluruhan kemampuan kognitif anak mencapai 80 46% dari nilai perkembangan yang diharapkan. Pada siklus II aspek perkembangan kognitif anak mencapai nilai rata-rata 86 5% dari nilai perkembangan maksimal yang diharapkan keaktifan anak dalam kegiatan pembelajaran mencapai nilai rata-rata 97% dari nilai maksimal yang diharapkan kemampuan anak mengeksplorasikan perasaanya dalam kegiatan bermain mencapai nilai rata-rata 95 28% dari nilai maksimal yang diharapkan.Sedangkan nilai rata-rata keseluruhan kemampuan kognitif anak mencapai 92 93% dari nilai perkembangan yang diharapkan. Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan 12 47%. Dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pembelajaran permainan sains maka kemampuan kognitif anak dapat berkembang lebih optimal keaktifan anak dalam kegiatan permainan sains menunjukkan kemauannya yang tinggi dalam mengikuti setiap tahap kegiatan kemampuan anak dalam mengeksplorasikan perasaanya menunjukkan ekspresi sangat senang dalam kegiatan permainan dengan tersenyum lebar dan keinginannya untuk mencoba sendiri dirumah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (1) hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran permainan sains dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak di kelompok B TK ABA 01. Berkaitan dengan hal itu maka disarankan guru kelompok B TK ABA 01 untuk menggunakan permainan sains dalam aktivitas pembelajaran (2) bagi Taman kanak-kanak yang ingin anak didik lebih cepat berkembang aspek perkembangan kognitifnya dapat menggunakan pembelajaran permainan sains untuk menstimulasinya (3) penelitian ini mempunyai keterbatasan hanya dalam kemampuan kognitif saja yang diamati dan aktivitas pembelajaran permainan sains untuk meningkatkan kemampuan kognitif saja yang digunakan sehingga kemampuan yang lain belum dapat teramati. Disarankan bagi peneliti lanjut coba teliti lagi penerapan pembelajaran permainan sains untuk diterapkan dalam kemampuan anak yang lain seperti pembiasaan bahasa fisik motorik maupun seni.