Skripsi
Peningkatan kemampuan membuat pantun dengan model pembelajaran team games tournament pada siswa kelas 1V B SDN Tanjungrejo 2 Malang / Winda Sulistiawati
Abstrak
Kata kunci Kemampuan Membuat Pantun TGT SD Strategi pembelajaran untuk menulis pantun yang selama ini diajarkan pada siswa SDN Tanjungrejo 2 Malang pada umumnya dan siswa kelas 1V B pada khususnya masih dirasakan kurang bervariasi. Selama ini siswa hanya membuat berdasarkan buku atau lembar kerja siswa sehingga minat siswa terhadap pokok bahasan ini menjadi kurang . Pembelajaran TGT digunakan dengan maksud untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Selain itu dapat memperkaya wawasan guru dalam mengembangkan pembelajaran membuat pantun Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini secara garis besar dilaksanakan dalam empat tahapan yang lazim dilalui yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) pengamatan dan (4) refleksi (Arikunto 2007 16). Hasil aktivitas siswa dalam membuat membuat pantun meningkat. Padasiklus 1 cukup berhasil yaitu rata-rata 82 70 % menjadi 93 5 % . Sedangkan hasil aktivitas guru dalam menerapkan TGT mengalami peningkatan.Dalam siklus 1 dari 75 % menjadi 79 % dengan prosentase 77 %.Pada siklus 2 yaitu dari 87% menjadi 90 %. Dengan prosentase 88 5 %. Tujuan pembelajaran tercapai pada kedua siklus yaitu pencapaian hasil belajar penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan sosial. Pencapaian hasil belajar meliputi hasil belajar proses dan hasil belajar produk.Bagi guru jika aktivitas dan hasil belajar kemampuan menulis pantun ingin meningkat maka guru hendaknya menggunakan model pembelajaran TGT Bagi kepala sekolah hendaknya memberikan bimbingan pembinaan dan dukungan terhadap guru terutama dalam hal meningkatkan kemampuan membuat pantun dengan TGT. Bagi peneliti lain model TGT yang dilaksanakan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan menambah ilmju pengetahuan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya