Tugas Akhir
Penerapan model eksperimen untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Randuagung 02 / Sarini
Abstrak
Kata Kunci model eksperimen meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran agar murid secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Terwujudnya pembelajaran yang aktif merupakan harapan dari semua lembaga pendidikan dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi. Meskipun pembelajaran telah menggunakan berbagai macam metode tetapi aktivitas dan hasil belajar siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari Standar Ketuntasan Belajar Minimal yang ditetapkan sekolah sebesar 70. Dari 32 siswa kelas V SDN Randuagung 02 hanya 16 siswa yang tuntas belajar dilihat dari ulangan siswa pada materi gaya. Untuk menguasai konsep IPA secara tepat maka strategi pembelajaran yang diterapkan harus dapat membangkitkan minat belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan siswa dipandang sebagai subyek yang aktif dan kreatif adalah model Eksperimen. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui penerapan model Eksperimen untuk meningkatkan aktivitas siswa 2) mengetahui penerapan model Eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2010/2011 pada bulan Maret-April 2011. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Randuagung 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang 2011 dengan jumlah 32 siswa. Standar Kompetensi memahami hubungan antara gaya gerak dan energi serta fungsinya . Rancangan penelitian ini disusun dalam dua siklus. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Eksperimen dapat meningkatkan 1) aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II di mana nilai aktivitas siswa pada siklus I rata-rata 70 31 dan nilai rata-rata pada siklus II 78 62. 2) hasil belajar siswa yang diukur dengan nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar secara klasikal pada pra tindakan 60 5 pada siklus I 72 dan pada siklus II yaitu 77 84. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model Eksperimen dapat meningkatkan aktivitas dan belajar siswa. Temuan lain yang didapatkan dalam pembelajaran model Eksperimen siswa lebih aktif dan antusias dalam belajar yang dapat dilihat dari aktivitasnya saat berlangsung pembelajaran. Sehingga motivasi siswa untuk belajar juga lebih meningkat. Dari hasil penelitian disarankan untuk menerapkan model Eksperimen sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas.