Tugas Akhir
Perencanaan pembuatan miniatur peredam busur listrik menggunakan media magnetik / I. Rahma Yanardini
Abstrak
Kata Kunci Peredam Busur Listrik Media Magnetik. Miniatur peredam busur listrik menggunakan media magnetik dimaksudkan sebagai modul pembelajaran baru di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pemilihan media magnetik pada miniatur peredam busur listrik dikarenakan di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang belum memiliki miniatur peredam busur listrik yang menggunakan media magnetik. Jurusan Teknik Elektro FT UM hanya memiliki alat peredam busur listrik menggunakan media minyak dan menggunakan media hembusan udara. Perancangan proyek akhir ini merupakan implementasi dari trafo step-up dengan nilai input sebesar 220 Volt dan output 4 kV yang mampu menimbulkan percikan busur listrik di kedua ujung elektroda. Media yang digunakan dalam proses peredaman busur listrik adalah media magnetik yang bersumber pada piranti berupa induktor yang diberi 600 lilitan kawat email berdiameter 1 2 mm. Peredam magnetik mampu menghasilkan fluks magnetik B senilai 1 722 x 10-4 Tesla di sekitar medan magnit sehingga peredam magnetik tersebut mampu memadamkan percikan busur listrik. Prinsip kerja miniatur peredam busur listrik menggunakan media magnetik yaitu munculnya busur listrik bersumber pada trafo step-up dengan input 220V dan output 4 kV yang diaplikasikan menggunakan tombol pertama pada miniatur. Output trafo terhubung pada elektroda (besi baja ataupun jenis elektroda lainnya). Jika tombol pertama ditekan (ON) maka busur listrik akan muncul di antara kedua ujung elektroda. Selanjutnya busur listrik dapat padam dengan adanya pengaruh fluks magnetik yang dihasilkan oleh peredam magnetik di sekitar medan magnit. Peredam magnetik dihubungkan dengan tombol dua. Sehingga dalam keadaan kedua tombol aktif busur listrik yang bersumber dari trafo step-up dapat diredam atau dimatikan menggunakan peredam magnetik. Berdasarkan hasil uji Laboratorium jenis elektroda baja memiliki waktu pemadaman lebih cepat jika dibandingkan dengan elektroda besi. Dengan jarak tembus yang sama yaitu 0 1 cm elektroda baja memiliki rata-rata waktu padam 0 80 detik. Sedangkan elektroda besi memiliki nilai rata-rata waktu padam 1 07 detik. Untuk mendapatkan hasil yang valid dilakukan 11 kali percobaan dengan jarak tembus yang sama. Semakin jauh jarak elektroda maka waktu pemadamannya pun akan semakin cepat.